Rasanya Kerja di Radio Mustang

, 28 Juni 2016 Admin
Rasanya

TOP CAREER- Tiga dekade seolah menjadi salah satu pembuktian PT Radio Utama Mustang atau lebih dikenal dengan radio Mustang bisa terus bertahan di papan atas dalam peta industri radio di Tanah Air. Radio berfrekuensi 88 FM ini tak bosan melahirkan program serta jebolan berkualitas.

The Rhythm Of The City menjadi ciri identitas yang dikenal dari Mustang. Menyasar segmentasi kaum muda berusia 17-25 tahun, radio yang bermarkas di Menara BCA Jakarta ini coba terus bersaing di peta industri radio Jakarta. Kian menjadi perkara yang tidak mudah ketika segmentasi yang diperebutkan adalah pasar kaum muda.

Selain harus bersaing dengan radio lain yang banyak menyasar segmen legit tersebut, Mustang kini juga dihadapkan pada adanya tren pergeseran cara pendengar dalam menikmati siaran radio atau musik pada umumnya.  Tak ayal hal tersebut ‘memaksa’ para pekerja Mustang untuk lebih kreatif dalam membaca keinginan dan tren pasar ke depannya.

Radio-mustang-jakarta

Hal itulah yang diakui Sis Costello, Program Director (PD) Mustang sebagai pekerjaan rumah timnya. Pria yang akrab dipanggil dengan Sis ini menilai setiap pekerja di Mustang di tuntut untuk lebih kreatif dalam segala hal.

“Munculnya radio baru banyak tantangan. Persaingan cukup ketat di Jakarta. Kue iklan di radio itu kecil dibanding dengan televisi. Apalagi ada media dan radio online, mereka ambil porsi lumayan banyak. Untuk antisipasi yang kami bersaing untuk kreatif. Kami kedepankan sisi kreatif,” ujarnya kepada TopCareer.id.

(Baca juga : Profesi langka peracik minuman di Indonesia. Berani coba enggak?)

Salah satu bukti kekreativitasan yang baru saja Mustang lakukan dengan menggelar rekor siaran 88 jam non-stop yang dilakukan oleh duo penyiarnya yakni Fajar Ibel dan Febicil. Siaran spesial tersebut dilakukan dalam merayakan ulang tahun Mustang yang ke-30 pada 1 Mei lalu. Dalam siaran spesial itu hadir 30 artis ternama. Siaran itu masuk dalam rekor siaran terlama di Jakarta.

Selain sisi kekreativitasan yang dikedepankan, sisi kebersamaan dan totalitas juga menjadi hal yang terus dibangun dalam budaya kerja di Mustang. Ibel menyiratkan contoh hal itu bisa dilihat dari siaran 88 jam non-stop. “Semuanya saling support. Hari ketiga kami siaran sudah merem. Jadi kami siaran sudah ngigo enggak nyambung. Tapi semua saling bantu. Colongan tidur tiap 15 menit. Dari hal-hal seperti itu yang justru memicu kami lebih kreatif. Itu inspirasi pecut. Kami bikin apalagi ya. Gali sisi kreativitas kami lebih dalam lagi,” ujar Ibel. 

Sebagai salah satu orang paling lama di Mustang, Sis berpendapat sejak lama budaya kebersamaan memang terus dipertahankan dan dikembangkan Mustang. “Di Mustang suasananya akrab terbuka tidak eksklusif. Tidak ada penghalang bagi yang ingin masuk ke dalam. Mustang lebih terbuka. Karena radio kan inginnya dekat dengan pendengar. Sesama karyawan disini sama-sama tidak ada membedakan status sosial. Disini harus sama melayani. Down to earth, rendah hati.”

radio-mustangfm-jakarta

Selain budaya kekeluargaan, lanjut Sis, ada budaya yang terus Mustang kembangkan yakni budaya saling berkunjung ke rumah sesama pekerjanya.

“Kami saling berkunjung. Kami ingin mengenal secara keseluruhan. Kami ingin kenal dengan keluarga. Jadi tidak kenal secara pribadi tapi secara keluarga. Ada teman kesusahan juga saling bantu saling mengunjungi. Kami juga saling outing ke pulau dengan sesama teman dan juga dengan pendengar. Budaya itu yang terus kami bangun.”

“Sekarang yang paling lama di Mustang cuma saya dan satu orang lain. Selama kerja di Mustang  asyik. Tidak membosankan, menyenangkan bisa bertemu banyak orang. Untuk menempuh jenjang karier potensinya besar. Buktinya banyak orang-orang sukses langkah awal dari radio. Misalnya orang-orang yang sempat bersama Mustang. Contohnya Farhan, Novita Angie, Ari Untung, Bedu, Rico Ceper, Shena Indonesian Idol, Eno Netral, dan masih banyak lainnya,” tutur Sis yang sudah hampir 2 dekade di Mustang.

Kentalnya budaya kekeluargaan di Mustang juga dirasakan Anindhita Christina, Public Relations (PR) Coordinator Mustang. Semenjak bergabung sejak Juni 2014, dara cantik yang biasa disapa dengan Caca ini mengaku sangat menikmati suasana kerjanya.

“Kebanggaan kerja di Mustang adalah kekeluargaan. Kalau misalnya ada farewell sedihnya luar biasa. Saya sangat enjoy kerja di Mustang.”

Caca mengungkapkan dalam urusan mencari pekerja, Mustang biasanya mencari orang-orang yang memiliki semangat dan berjiwa muda. “SDM di Mustang rata-rata mencari yang punya jiwa muda. Tidak harus remaja ada yang tua. Tapi punya taste yang bisa selera muda. Kriteria utama jiwa muda.”

Selain menerima pekerja, setiap tiga bulan sekali Mustang juga terima anak magang untuk divisi redaksi. Caca mengungkapkan turn over di Mustang kebanyakan di divisi redaksi terutama untuk script writer.

“Disini Mustang tidak ada rotasi posisi. Tapi kalau kami bisa bantu divisi lain tidak apa-apa. Tidak ada senioritas. Disini sangat welcome. Kami juga biasa mengadakan gathering untuk mempererat sesama. Biasanya satu tahun dua kali. Di Mustang juga bebas bersuara mengeluarkan pendapat. Ide biasanya kita garap bersama. Seminggu sekali kami biasakan untuk itu.” 

Caca menjelaskan SDM yang ada di stasiun Mustang saat ini ada sekitar 28 orang. Terdiri atas 1 station manager (SM), 1 program director (PD), 1 traffic, 1 music director (MD), 1 public relations (PR), 8 produksi, dan 15 penyiar. Sementara sisanya di kantor pusat seperti bagian admin, finance, dan lainnya. Ke depan, Caca mengatakan pihaknya akan terus berupaya membuat banyak inovasi dan terus melakukan evaluasi terhadap tren dan perkembangan pasar. (YP)