Langkah Manajemen Organic Record Memasarkan Artisnya, Bisa Contek Nih

Rabu, 23 November 2016 Admin
Langkah

TOP CAREER – Gempuran demi gempuran terus memanaskan industri musik Indonesia. Tak hanya harus berjibaku merebut pasar, urusan beradaptasi dengan sejumlah faktor eksternal juga jadi perhatian dari pelaku industri ini. Organic Records, selaku manajemen dan label band-band papan atas Tanah Air punya cara sendiri untuk memenangi pertarungan.

Aji Anindito yang kini menjadi manajer Organic Records mengakui bahwa persaingan panas di industri musik menuntut pelakunya untuk berpikir dan bertindak kreatif. Terlebih dengan bergesernya pola dan cara pasar mengonsumsi musik di Indonesia seiring dengan kemajuan teknologi membuat para pemain yang terlibat di industri ini harus lebih peka dan jeli jika tak ingin terlibas. 

Lebih lanjut, Ajisaurus, sapaan Aji, kepada TopCareer.id, mencontohkan pihaknya harus lebih kreatif dalam memasarkan produk fisik CD saja dengan menurunnya daya beli konsumen. Apalagi sejumlah toko CD banyak yang gulung tikar. Alhasil, beberapa terebosan mau tak mau harus dilakukan oleh manajemen yang saat ini menangani band-band papan atas seperti Maliq & D’Essentials.

Salah satu langkah yang diambil Organic Records yakni menjual produk fisik secara terbatas. “Maliq pernah bikin vinyl yang hanya diproduksi sebanyak 300 buah. Satu vinyl dijual Rp350.000. dan tanggapan pasar ternyata sangat baik karena ludes hanya dalam waktu sebulan.”

(Baca juga : Profesi langka peracik minuman di Indonesia. Berani coba enggak?

Selain itu, Organic Records juga melakukan kerja sama secara B to B dengan beberapa brand dalam hal pemasaran produk fisik mereka seperti CD atau merchandise. “Mereka (brand) beli banyak secara eksklusif lalu dijadikan gift kepada konsumennya dengan tentunya dibuatkan program marketing yang menarik,” ujar Ajisaurus.

Tak berhenti disitu, Organic Records juga memanfaatkan beberapa kanal e-commerce sebagai salah satu lapak jualan produk.

Akan tetapi, Ajisaurus, mengatakan bukan berarti Organic Records melupakan kanal distribusi konversatif yang selama ini sudah ada seperti toko CD. “Toko-toko independen masih eksis sampai sekarang dan jadi salah satu jalur distribusi kami. Kami yakin masih ada saja konsumen yang senang dengan experience datang ke toko.”

(Baca juga : Mice Cartoon cerita soal dunia komikus di Indonesia, kok begini ya…)

Tak hanya dalam urusan pendistribusian, Organic Records nyatanya juga rajin membuat banyak event. Jazzy Night Citos (Cilandak Town Square) menjadi salah gelaran yang diinisiasi oleh mereka. Selain itu, juga ada Music Sharing Session oleh Maliq & D’Essentials yang bekerjasama dengan Starbucks.

Bicara tentang manajemen artis atau band yang dipayungi Organic Records, Ajisaurus mengungkapkan kalau pihaknya tidak mematok harus bergenre seragam.

“Orang pasti berpikir bahwa Organic ya hanya Maliq namun nyatanya kami menerima band lain kok. Adapula yang beranggapan bahwa jika mau masuk Organic, maka genre-nya harus seperti Maliq, tapi nyatanya kami pegang beberapa band dengan genre yang berbeda,” ujarnya.

Terkait rencana Organic Records berikutnya, Ajisaurus berujar, “Organic akan ada sesuatu sih tahun depan yang tidak akan berhubungan secara langsung dengan musik. Pokoknya akan berhubungan dengan industri lain selain musik. Pokoknya something about digital, ya kami keluarin pada kuartal pertama 2017. Jadi ini adalah inisiasi perusahaan, pengembangan bisnis Organic.” (TC)