Pemerintah Bakal Sapu EO Job Fair Berbayar

Minggu, 23 April 2017 admin
Pemerintah

TOP CAREER – Meski pemerintah sudah menetapkan peraturan bahwa semua even job fair tidak boleh dipungut biaya, namun masih ada pihak yang nekat menggelar job fair berbayar. Lantas bagaimana tanggapan pemerintah terkait hal tersebut?

"EO menarik dana dari perusahaan-perusahaan itu enggak masalah. Tetapi ketika pencari kerja masuk ya musti gratis. EO basis bisnis, itu hitungannya bisnis atau membantu orang untuk mencari kerja? Saya rasa mereka juga bisa memperhitungkan itu. Jadi kalau itu bisnis, berarti membisniskan orang dong. Itu kan juga enggak bagus,” kata Dirjen Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker, Maruli Apul Hasoloan kepada TopCareer.id.

Menurut Maruli, EO job fair bisa mencari sumber dana dari mana pun, sehingga tidak perlu lagi membebankan pencari kerja dengan mengadakan job fair berbayar. Sementara, di sisi lain, pemerintah terus berupaya membantu job seeker melalui pengaturan perundangan job fair gratis. Sudah seharusnya, penyelenggara job fair berbasis bisnis ini taat aturan pemerintah.

(Baca juga : Senjata yang dipakai Jobstreet dan JobsDB untuk bertarung di pasar tenaga kerja)

"Itu adalah peraturan kami untuk memberikan perlindungan dan juga untuk memberikan bantuan pada masyarakat. Kami kan perhatiannya untuk masyarakat yang banyak. Masa kami menggratiskan job fair dilarang sih,” ujar Maruli.

"Ya, EO itu kan bisa cari sponsor atau dari perusahaan itu tadi, jangan menyalahkan pemerintah. Ya enggak boleh lagi ada job fair-job fair berbayar. Ya, dia (EO) cari dari perusahaan-perusahaan. Dari perusahaan buka stand, kan dapat dari stand-stand itu. Kalau dari pencari kerjanya ya janganlah, kasihan.”

Untuk selanjutnya, kata Maruli, aturan mengenai penyelengaraan job fair gratis ini akan terus digalakkan dan ada pengawasan sehingga lebih tertata. Dengan begitu, lanjut Maruli, semua EO job fair harus patuh aturan, bukan lagi menganggap aturan pemerintah fleksibel.

"Aturan itu tidak fleksibel, aturan itu harus diikutin. Job fair semua itu kami sidak juga, ada yang ngikutin aturan ada yang enggak. Yang tidak ngikutin aturan kami tegur. Dan biasanya memang kalau mendapatkan rekomendasi dari kami, sudah pasti disarankan dalam aturannya bahwa untuk pencari kerja itu musti gratis,” jelas Maruli.

Maruli kembali menegaskan bahwa EO dipersilahkan mengambil keuntungan dari bisnis penyelenggaraan job fair, namun perlu juga membantu pemerintah dalam memudahkan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan.

"Mereka mengambil keuntungan juga kami persilakan, mereka bisa deal dengan perusahaan-perusahaan itu, sponsor, dan lain-lain. Tetapi untuk pencari kerjanya dia musti gratiskan,” ucap Maruli.

Baca juga : (Mekanik paling dicari di dunia penerbangan)

“Semakin banyak orang melamar, maka perusahaan akan senang. Tapi kalau ada pembayaran, orang jadi yang mendaftar sedikit,” lanjut Maruli.

Sementara itu, terkait segmentasi antara peserta job fair berbayar dan gratis  dianggap menetukan kualitas, menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker Hery Sudharmanto, pencarian SDM yang sudah berkualitas atau profesional biasanya dilakukan perusahaan melalui head hunter, bukan job fair.

"Head hunter itu perjanjian antara perusahaan dan juga pencari kerja, tapi tetap sesuai aturan.  Kalau head hunter itu cari orang-orang profesional ya tidak apa-apa berbayar. Kayak pemain sepak bola itu transfer-transfer. Sudah up skill. Pokoknya jangan orang-orang dengan gaji UMR diambilin duitnya, kasihan,” papar Hery.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, proses pencarian tenaga profesional sekelas manajer melalui head hunter itu sudah berjalan di perusahaan-perusahaan saat ini, namun memang belum ditata dengan jelas melalui aturan perundang-undangan.

"Head hunter itu high level semua. Perusahaan meng-hire orang-orang yang high, profesional. Untuk Level-level tinggi itu, perusahaan yang cari langsung. Belum diatur, tapi sudah berjalan di masyarakat. Misal saya butuh ahli ini-ini, ya dicari melalui head hunter itu.” (Hilda Ilhamil Arofah)