Benarkah, Raline Shah Jadi Direktur Maskapai Penerbangan

Selasa, 2017 adminbaru
Benarkah,

TOP CAREER – Nama Raline Shah sedang berseliweran di lini massa media sosial. Penyebabnya adalah ia dikabarkan menjadi salah satu Direktur AirAsia.

Hal ini diumumkan CEO AirAsia Tony Fernandes melalui akun Instagram pribadinya, (8/8). Namun, Fernandes tidak menyebutkan posisi apa yang akan diduduki oleh Raline Shah.

"Our new director in AirAsia Indonesia @ralineshah. Smart creative humble. A real coup readying our company for IPO," tulis Fernandes.

Pihak AirAsia Indonesia sendiri belum memberikan kepastian kabar tersebut.

Raline dikenal piawai berbahasa asing antara lain Inggris dan Prancis. Berkat kemahirannya berbahasa asing ini, ia sempat diminta bekerja di Kedubes RI sebagai MC for Tourism Event. Pada 2004, saat berusia 19 tahun, pemilik nama lengkap Raline Rahmat Shah ini mendapat penghargaan Gold International Youth Award.

Raline dikabarkan menempuh pendidikan tinggi di National University of Singapore (NUS). Ia mengambil jurusan ilmu politik dengan gelar BA.

Publik selama ini mengenal Raline Shah sebagai  aktris dan model. Namanya mulai dikenal saat menjadi salah satu dari finalis Puteri Indonesia 2008 dan menjadi puteri terfavorit.

Perempuan kelahiran 4 Maret 1985 ini juga sempat memerankan beberapa film antara lain 5 cm. Film yang dirilis 12 Desember 2012 tersebut terbilang sukses dengan meraih 2.3 juta penonton.

Selang setahun, Raline kembali bermain dalam trilogi 99 Cahaya di Langit Eropa sebagai Fatma bersama Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, dan Dewi Sandra. Kiprah Raline Shah kian melaju setelah ia terlibat dalam pembuatan film Supernova pada 2014. Lalu, di tahun berikutnya ia pun berperan dalam film sekuel Surga yang Tak Dirindukan.

Sementara itu, saat ini AirAsia memiliki unit bisnis di beberapa negara antara lain Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan beberapa negara lainnya di luar Asia Tenggara.

Maskapai berbiaya hemat, AirAsia Indonesia, menargetkan laba bersih yang diraup sepanjang 2017 tumbuh 20 persen seiring dengan meningkatnya rata-rata harga tiket perjalanan.

Chief Executive Officer Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan kinerja pada semester I/2017 cukup baik, terlihat dari rata-rata tingkat keterisian kursi pesawat atau load factor yang mencapai 82 persen.

“Pada paruh pertama ini, load factor kami cukup bagus, mencapai 82 persen dari sebelumnya 81 persen. Dari sisi revenue juga bagus, tumbuh 10 persen dari periode yang sama tahun lalu,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta  (7/8/).

Dengan hasil yang dicapai pada semester I/2017, Dendy optimitis laba bersih yang diraup maskapai hingga akhir tahun tumbuh 20 persen dari realisasi laba bersih pada 2016 yang mencapai puluhan miliar.

Dia menjelaskan kenaikan laba bersih hingga 20 persen tersebut disebabkan rata-rata harga tiket perjalanan yang melonjak. Menurutnya, kenaikan rata-rata harga tiket perjalanan disebabkan biaya bahan bakar yang melonjak.

Dari sisi penumpang, Dendy memperkirakan jumlah penumpang yang diangkut AirAsia Indonesia sepanjang tahun ini lebih kurang sama seperti tahun lalu, yakni sekitar 6 juta penumpang per tahun.

Dari total jumlah penumpang tersebut, sekitar 74 persen atau sebanyak 4,44 juta penumpang bakal disumbang dari rute penerbangan internasional. Sedangkan sisanya 26 penerbangan akan disumbang dari rute penerbangan domestik.

Untuk diketahui, total rute penerbangan yang dilayani AirAsia Indonesia sampai dengan saat ini mencapai 34 rute penerbangan, di mana terdiri dari 25 rute penerbangan internasional dan sembilan rute penerbangan domestik.

Dengan kondisi keuangan yang membaik, AirAsia Indonesia juga semakin percaya diri untuk melakukan penawaran umum perdana pada kuartal IV pada tahun ini.

“Insya Allah, kami targetkan bisa IPO pada kuartal empat tahun ini. Saat ini, sedang proses filing ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan]. Kalau sudah positif, nanti kami umumkan segera,” ujarnya. (Yuda Prihantoro)