real
        time web analytics

Dari Kami

Bagaimana Cara Menjadi Aktuaris


TOPCAREER.ID Aktuaris menjadi salah satu profesi langka di Indonesia. Padahal kebutuhan akan profesi ini terbilang cukup tinggi. Lantas apakah menjadi aktuaris memang begitu sulit sehingga pasokannya aktuaris di Indonesia masih sangat terbatas?

Tak sembarang orang bisa menyandang gelar sebagai aktuaris. Orang tersebut harus mengikuti pendidikan aktuaris dan harus lulus beberapa ujian. Dirangkum dari beragam sumber, salah satu pihak yang berwenang menggelar jalur ujian profesi aktuaris adalah PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia).

Biasanya ujian akan diadakan tiga kali dalam setahun. Adapun jumlah mata ujian profesionalisme aktuaria berjumlah 11 mata ujian.

Tingkat Ajun Aktuaris (Associate):

·         A-10 : Matematika Keuangan

·         A-20 : Probabilita dan Statistika

·         A-30 : Ekonomi

·         A-40 : Akuntansi

·         A-50 : Metode Statistika

·         A-60 : Matematika Aktuaria

·         A-70 : Pemodelan dan Teori Risiko

·         A-80 : Profesionalisme

Tingkat Aktuaris (Fellow):

·         F-10 : Investasi dan Manajemen Aset

·         F-20 : Manajemen Aktuaria

·         F-31 : Aspek Aktuaria dalam Asuransi Jiwa; atau

·         F-32 : Aspek Aktuaria dalam Dana Pensiun; atau

·         F-33 : Aspek Aktuaria dalam Asuransi Umum; atau

·         F-34 : Aspek Aktuaria dalam Asuransi Kesehatan

Penyetaraan Ujian Profesionalisme Aktuaria Kerjasama Dengan Universitas

PAI melakukan penyetaraan ujian profesionalisme Aktuaria melalui beberapa universitas yang telah  bekerjasama dengan PAI termasuk 8 (delapan) Perguruan Tinggi dan PT.JASINDO (persero).

Untuk saat ini penyetaraan ujian hanya bisa dilakukan untuk mahasiswa dari 8 perguruan tinggi yang sudah melakukan kesepakatan dengan PAI antara lain dengan : Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Padjajaran (Unpad),  Universitas Brawijaya (Unbraw), dan Universitas Parahiyangan (Unpar)

0 Comments