real
        time web analytics

Dari Kami

Tiga Nama E-Commerce yang Rajai Asia Tenggara dan Indonesia


TOPCAREER.ID – Lazada, Shopee, dan Tokopedia, masuk jajaran tiga perusahaan e-Commerce terbesar di Asia Tenggara juga Indonesia, bahka memiliki pengaruh penting dalam pengembangan sektor ini. Konsumen Asia Tenggara dinilai semakin bergantung pada e-Commerce untuk melakukan jual beli produk secara luas. 

Hasil studi tersebut berdasar pada laporan e-Conomy SEA 2018 oleh Google dan Temasek membahas soal pasar ekonomi internet di Asia Tenggara, termasuk di dalamnya pertumbuhan sektor e-Commerce.  

Ketiga raksasa e-Commerce di Asia Tenggara ini diperkirakan tumbuh secara bersamaan lebih dari 7 kali lipat terhitung sejak 2015. Untuk pasar Asia Tenggara sendiri, e-Commerce merupakan sektor yang paling dinamis dalam 3 tahun terakhir. 

“Dengan menawarkan puluhan juta produk, pengalaman pengguna seluler kelas dunia, promosi konsumen, dan jaringan logistik yang menjangkau jauh, mereka telah menjadi kekuatan utama di balik pertumbuhan dramatis e-Commerce di Asia Tenggara,” tulis laporan tersebut. 

Ketiga perusahaan e-Commerce ini juga merajai pasar di Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MarkPlus. Shopee, Tokopedia, serta Lazada merupakan nama-nama e-Commerce yang paling sering disebut oleh responden. 

Berdasarkan hasil survei itu, posisi pertama sebagai e-Commerce yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, yakni Shopee dengan 37 persen responden, diikuti oleh Lazada dengan jumlah 20,2 persen dan Tokopedia 20 persen. 

“Kalau dilihat petanya saat ini secara umum sekarang sedang didominasi Shopee, sisanya Lazada dan Tokopedia. Keduanya (Lazada dan Tokopedia) ini pemain yang agak lebih lama dari Shopee tapi mereka masih bisa mempertahankan posisinya sebagai leader,” kata Associate of High Tech, Property and Consumer Industry MarkPlus Irfan Setiawan beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, berdasar laporan Google dan Temasek, Indonesia jadi negara pemimpin dalam pertumbuhan sektor e-Commerce di Asia Tenggara dengan Growth Merchandise Value (GMV) atau nilai penjualan kotor mencapai USD12 miliar pada 2018. 

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru