real
        time web analytics

Dari Kami

Alur Ilmuwan Prediksi Tsunami Sampai Kasih Peringatan Dini


TOPCAREER.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat memberi peringatan tsunami selepas gempa yang megguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 5 Agustus 2018. Bagaimana ilmuwan memprediksi tsunami setelah gempa hingga kemudian keluar peringatan tsunami?

Dalam mengindentifikasi serta memperkirakan tsunami, maka para ilmuwan, bakal melihat seberapa besar ukuran dan jenis gempa bawah laut yang terjadi lebih dulu. Ini merupakan informasi pertama yang mereka terima lantaran gelombang seismik berjalan lebih cepat daripada tsunami.

BMKG juga memiliki alat untuk memonitor aktivitas gempa dengan menggunakan seismograf yang terpasang pada stasiun pemantau seismik. Lewat seismograf ini nanti akan ketahuan gelombang seismik dari sumber gempa bumi, yang menghasilkan data-data seperti lokasi, waktu, serta kekuatan dalam skala richter.

Pemicu tsunami itu biasanya memang diikuti oleh gempa. Namun, ada beberapa kriteria gempa yang bisa jadi pembangkit tsunami. Ciri-ciri gempa tersebut berdasar laman BMKG, yakni

- lokasi terletak di laut,

- kedalaman pusat gempa relatif dangkal (kurang dari 70 km),

- gempa memiliki kekuatan 7,0 skala richter atau lebih, dan

- mekanisme pensesaran adalah sesar naik juga sesar turun.

Sementara setelah mendeteksi ciri-ciri gempa tersebut dari alat seismograf, maka dianalisis dulu oleh BMKG. Kemudian ketika memenuhi kriteria barulah diumumkan peringatan.

“Umumnya jika gempa bumi di atas 6,5 dan terjadi di antara 0 dan 5 kilometer di bawah dasar laut, mereka akan mengirimkan peringatan tsunami,” kata James Goff, Professor of Tsunami Science di Universitas New South Wales dalam laman ABC.

Peringatan itu, kata Goff, bisa keluar dalam tiga sampai lima menit dari gempa bawah laut dan dapat memberikan indikasi awal potensi untuk menyebabkan tsunami yang bisa merusak.

Penyebaran peringatan tsunami

Untuk gempa bumi yang semakin jauh, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memiliki sistem peringatan tsunami yang akan memperingatkan publik melalui outlet berita, siaran televisi dan radio, juga radio cuaca. Beberapa juga memiliki sistem sirene luar yang dapat diaktifkan.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) bertanggung jawab untuk melaporkan tsunami dan bertanggung jawab atas Pusat Penelitian Tsunami.

Sementara, untuk di Indonesia bila gempa bumi berpotensi tsunami, Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG akan mengeluarkan informasi secara bertahap sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sedangkan penyebarluasan yang dilakukan oleh InaTEWS ini menggunakan tools WRS atau Warning Receiver System. Alat diseminasi yang memungkinkan sharing informasi dari komputer BMKG kepada komputer institusi interface (Local Government/Government Institutions, TNI, POLRI, media TV & Radio dan lain-lain). Setiap institusi interface wajib mendaftarkan IP address-nya kepada BMKG untuk mendapatkan informasi tersebut.

 

NO

 Jenis Peringatan

Isi Peringatan

Waktu Isu Setelah Kejadian Gempa

1

Peringatan dini-1

Parameter gempa + prediksi daerah yang akan terkena tsunami

± 5 menit

2

Peringatan dini-2

Pemutakhiran parameter gempa + prediksi daerah yang akan terkena tsunami

± 10 menit

3

Peringatan dini-3

Pemutakhiran Parameter gempa + prediksi daerah yang akan terkena tsunami + data observasi tinggi muka laut yang telah terjadi (bila ada)

± 30 menit atau lebih tergantung ketersediaan data observasi dari alat pemantau tinggi muka laut

4

Peringatan dini-4

Pemberitahuan bahwa bahaya tsunami telah berlalu

> 90 menit

0 Comments

Lowongan Terbaru