real
        time web analytics

Dari Kami

Angkie Bantu Teman Sesama Disabilitasnya Tidak Menganggur


TOPCAREER.ID – Memahami takdirnya berbeda dengan orang normal lainnya, Angkie Yudistia penyandang tunarungu merasa perlu membantu sesama disabilitas, termasuk soal memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan. Angkie kemudian membentuk Thisable Enterprise.

Angkie sebagai penyandang disabilitas tunarungu paham betul bagaimana rasanya ditolak puluhan perusahaan lantaran kekurangan fisik yang ada pada dirinya. Berkali-kali ia melamar ke beberapa perusahaan, namun dengan alasan yang sama ia menerima penolakan, yakni tak bisa menjawab telepon.

Persepsi orang tentang penyandang disabilitas membuatnya selalu dianggap remeh, meski sudah dibekali dengan kemampuan serta pendidikan tinggi. Dengan keterbatasannya, Angkie berhasil menyandang gelar S2. Gelar yang dimilikinya itu sekaligus sebagai pembuktian bahwa disabilitas juga mampu berprestasi dan menonjol.

“Sering banget diinjak, sering dinilai enggak bisa. Tapi itu semakin memacu bahwa yang dikatakan salah. Aku mengambil S2 untuk jadi nilai plus, enggak bisa mendengar tapi bisa S2,” kata Angkie dalam acara BukaTalk.

Ia sempat diterima bekerja, namun ikut terimbas efisiensi perusahaan dan kena pecat. Dari situ ia kembali berjuang mencari pekerjaan, mencari bentuk aktualisasi diri dengan latar belakang pendidikan S2. Namun, dari usaha itu, ia belum juga memperoleh hasil yang diinginkan.

Menurut Angkie, pengalaman-pengalaman pahit yang ia rasakan juga sangat mungkin dialami oleh teman-teman disabilitas lainnya. Mulai dari diremehkan hingga kurang mendapatkan kesempatan bekerja atau berkarya seperti yang lainnya. Di titik itu, ia mendapat saran dari orang-orang terdekat.

“Dosen-dosen aku bilang, ‘Angkie kalau kamu susah memperoleh kesempatan kerja, kenapa kamu enggak menciptakan kesempatan itu?’ Terus aku bilang bahwa aku enggak punya pengalaman apapun, dan aku enggak berani untuk memulai sesuatu,” ucap perempuan kelahiran 1987 ini.

Hingga pada 2011 ia mendirikan social enterprise yang dikhususkan untuk para penyandang disabilitas yang diberi nama Thisable Enterprise. Social enterprise yang didirikan Angkie ini, mengawal para penyandang disabilitas untuk mengasah kemampuan atau skill yang dimiliki hingga memperoleh pekerjaan seperti orang normal pada umumnya.

Bagi penyandang disabilitas yang bergabung dengan Thisable Enterprise, akan memperoleh kegiatan pemberdayaan atau pelatihan-pelatihan terkait peningkatan kemampuan dalam bekerja. Termasuk kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi.

“Kenapa aku bikin Thisable ini awal mula memang yayasan, di mana kami berusaha menambah skill teman-teman disabilitas. Di tahun kelima kami udah lebih dari 4.000 kelas learning centre, seenggaknya membuat komunikasi para disabilitas lebih oke,” ucap Angkie.

Pada tahun keenam berdirinya yayasan ini, Thisable kemudian menjadi sebuah perseroan terbatas (PT) yang bisa berfungsi sebagai human resources (HR) sehingga mampu menyalurkan penyandang disabilitas untuk bekerja di perusahaan-perusahaan.

Dari sini, kerja sama dengan perusahaan pun terbangun, ada beberapa yang welcome dengan karyawan penyandang disabilitas. Kembali lagi bahwa disabilitas itu harus memiliki kemampuan yang diinginkan perusahaan.

“Jadi teman-teman kami ada yang bekerja di BUMN, perbankan, karena kami HR. kenapa kami HR? Karena memang tidak semua perusahaan nyaman rekrut (penyandang disabilitas) secara langsung. Sementara kami sudah ada training-nya, learning-nya sampai placement, ada macam-macam,” papar Angkie.

“Teman-teman disabilitas ada yang vocational lulusan SLB (sekolah luar biasa), mereka bisanya cuci piring, massage, itu kami bisnis partner sama Go Life. Lebih dari 500 yang di Go Life Jabodetabek, tinggal ekspansi ke Yogyakarta, Surabaya. Yang profesional jadi call centre, administrasi, tergantung kemampuan mereka, yang penting lulusan S1.”

Tak hanya penyaluran kerja, Thisable juga membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan keterampilan berwirausaha.

Ia senang kini bisa melihat teman-teman disabilitasnya mampu menegakkan kepala, semakin percaya diri dalam menghadapi kehidupan secara mandiri.

“Mereka tadinya pengangguran, sekarang minimal penghasilan Rp4-6 juta, buat mereka itu cukup. Pada akhirnya mereka mandiri dan percaya diri, sekarang berjalan lebih tegak.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru