real
        time web analytics

Dari Kami

Artis yang Mau Nyaleg akan Disuruh Belajar


TOPCAREER.ID – Artis atau publik figur kini ramai-ramai ikutan dalam pentas pemilihan legislatif. Demi mematangkan kemampuan serta kapasitas terkait dunia politik atau pekerjaan di legislatif itu sendiri, para artis ini akan memperoleh pembekalan layaknya diklat (pendidikan pelatihan) atau belajar. 

Siapapun yang akan mencalonkan diri maju ke bangku legislatif pasti melalui partai politik, maka yang harus bertanggung jawab terhadap anggotanya adalah partai politik itu sendiri. Jadi, semua calon legislatif sudah seharusnya dididik oleh partai politik agar kapasitasnya tak lagi diragukan. 

“Ada pembekalan anggota legislatif, ada kaderisasi. Pembekalan semua tugas legislatif diperkuat, supaya setiap anggota yang masuk nanti tahu mau memperjuangkan apa, pembekalannya seperti itu. Seperti diklat begitu,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Junico BP Siahaan atau yang akrab disapa Nico Siahaan kepada TopCareer.id.

Nico melanjutkan, ketika masuk dalam partai politik, setidaknya ada tiga kali tahap pengkaderan, yakni pratama, madya, dan utama. Masing-masing pengkaderan ini waktunya sekitar dua minggu. Tiga tahap pengkaderisasi tersebut merupakan kaderisasi ideologi. 

Nico melanjutkan, tahapan itu akan lebih banyak memahami soal ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, ideologi partai hingga ke turunannya seperti apa jika dituangkan dalam program. Sementara, pendidikan soal pengkaderan akan berbeda lagi dengan pembekalan terkait calon legislatif secara khusus. 

“Nah, kalau calon-calon itu sudah dapat nomor, barulah ada lagi pembekalan soal apa yang harus dikerjakan. Setelah jadi (anggota legislatif) pun, harus dimonitor. Karena yang ikut pemilu itu partai politik, ya partai politiklah yang harus bertanggung jawab terhadap anggota-anggotanya,” ucap Nico. 

Jadi, lagi-lagi Nico menyampaikan bahwa partailah yang punya tanggung jawab untuk mengasah kemampuan calon legislatif yang notabene adalah para kadernya. Partai politik juga harus rajin-rajin melakukan eveluasi terhadap kinerja anggotanya di bangku-bangku legislatif.

“Tetap monitor harus dikerjakan oleh partai sehingga tak ada lagi anggota legislatif yang tidak komitmen terhadap jabatan lima tahunnya.” 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru