real
        time web analytics

Dari Kami

Asia Tenggara Berat Hadapi Era Disruption Teknologi


TOPCAREER.ID – Di era disruption (disruptive innovation) di mana teknologi merajai inovasi, banyak pekerjaan yang bakal terganti. Asia Tenggara salah satu kawasan yang merasakan pengaruh besar dari era shifting ini lantaran banyak negaranya masih bergantung pada sektor pertanian. 

Untuk mengikuti laju shifting, kawasan Asia Tenggara akan mencoba untuk beralih dari pekerjaan pertanian ke pekerjaan yang erat kaitannya dengan pelayanan-sektor yang memimpin dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurut laporan terbaru dari riset Oxford Economics dan perusahaan teknologi AS, Cisco, transisi itu dapat menghasilkan pemindahan 28 juta pekerjaan penuh waktu pada dekade berikutnya, setara dalam enam negara yang memiliki ekonomi terkemuka di kawasan itu. 

Angka itu setara dengan sekitar 10 persen dari total penduduk yang bekerja di negara-negara itu, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam laporan tersebut mengatakan, meski terjadi secara global, transisi itu akan sangat sulit bagi para pekerja di Asia Tenggara, suatu wilayah yang masih sangat tergantung pada sektor pertanian dan sudah berlangsung lama.

"Sektor pertanian menyumbang sekitar 76 juta pekerjaan di kawasan ASEAN-6 (enam ekonomi utama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Sepertiga dari mereka adalah buruh, yang juga merupakan pekerjaan yang paling rentan terhadap shifting teknologi karena fokus mereka pada rutinitas, tugas yang bisa diubah, dan usaha fisik,” catat laporan tersebut. 

Perincian Regional

Dalam perincian regional, Indonesia, negara yang paling padat penduduknya di wilayah ini, akan menderita proporsi terbesar efek dari antisipasi pengalihan pekerjaan dengan 9,5 juta pekerjaan. Angka itu di atas Vietnam (7,5 juta) dan Thailand (4,9 juta) yang berbagi dalam rendahnya skill tenaga kerja, tapi pertaniannya berketerampilan.

Sementara, Singapura dengan populasi yang relatif sangat kecil, diperkirakan akan merasakan dampak langsung terhebat dari disruption teknologi. Menurut laporan, hal tersebut karena Singapura sudah berada di "garis depan kemajuan teknologi".

"Relatif terhadap besarnya jumlah tenaga kerja, dan terlepas dari profil pekerja yang sangat terampil, Singapura menghadapi tantangan keterampilan terbesar, menurut model kami, karena sebagian besar pekerjaan baru di sana akan dibuat dalam peran profesional dan manajerial yang sangat terampil," tertulis dalam laporan.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru