real
        time web analytics

Dari Kami

Aturan Mixing Lagu DJ Genre Hip Hop R&B


TOPCAREER.ID Mixing lagu yang dilakukan disc jockey (DJ) itu enggak bisa sembarangan. Terlebih tiap DJ punya aliran atau genre musiknya sendiri yang jadi ciri khas mereka. Sementara, tiap mixing itu ada aturannya masing-masing pada tiap genre.

DJ Sherly Silvi yang punya genre musik hip hop R&B ini punya alur sendiri tiap kali mixing lagu. Ia memaparkan, biasanya kalau lagu hip hop R&B itu baru akan dimasukkan lagu kedua atau dipotong, setelah reff kedua pada lagu pertama.

Seperti yang kita tahu bahwa lagu hip hop R&B itu pasti identik dengan rap-rap yang dihujani oleh si rapper. Nah, bagian-bagian rap yang jadi ciri khas lagu hip hop R&B itu tidak boleh dipotong atau tiba-tiba dimasukkan lagu kedua.

“Kenapa? Karena sudah rules-nya ya, memang enggak semestinya di-mixing di situ (bagian rap). Karena orang kalau hip hop R&B itu lebih kayak enjoying lagunya. Genrenya lebih pelan emang untuk dinikmatin,” kata Sherly kepada TopCareer.id.

Itu salah satu yang membedakan genre hip hop R&B dengan genre lainnya. Lagu-lagu dengan tipe hip hop R&B, biasanya akan hadir pada flow awal-awal di sebuah klub, ditemani oleh suasana yang masih tenang.

Sherly menambahkan, untuk lagu-lagu dengan beats per minute (BPM) 128 ke atas itu, seperti elektro, maka memotong lagu bisa dilakukan setelah reff pertama pada lagu pertama. Kalau lagu dipotong pada reff kedua pada lagu pertama, kata Sherly, maka akan terkesan lebih jenuh.

Sementara, untuk mengatur playlist apa yang dimainkan saat nge-DJ, Sherly mengaku hanya menyetok banyak lagu dalam beberapa folder di satu flashdisk.

“Karena aku enggak pakai playlist, biasanya aku folder-folderin. Jadi aku pisahin sama lagu yang untuk opening aku, sama lagu komersil. Lagu komersil itu kayak lagu-lagu asli, bukan remixan, yang ada vokalnya. Sama biasanya lagu-lagu top 40. Jadi kalau nyari gampang,” ujar Sherly.

Ada memang DJ yang menyusun lagu-lagu yang akan dimainkan ke dalam playlist, misal lagu pertama A, lagu kedua B, begitu seterusnya, sudah di-setting sejak awal. Namun, Sherly tidak menyarankan hal tersebut karena kalau begitu, lagu akan main tanpa memperhatikan flow dari crowd-nya.

“Karena lihat crowd, enaknya disetelin lagu apa aja, jadi flow-nya lebih dapet. Karena enggak selamanya main kencang-kencang terus. Lihat orang udah pada capek joget, ya turunin, yang slow. Aku enggak pernah pakai playlist yang dinomorin. DJ baru biasanya yang kebanyakan gitu, enggak mau ambil risiko.”

0 Comments

Lowongan Terbaru