real
        time web analytics

Dari Kami

Bahan Baku Peramu Startup Sukses Itu Bernama Visi


TOPCAREER.ID – Jangan jauh-jauh dulu ngomongin soal funding dana ketika ingin membangun startup. Ada hal paling penting dan krusial yang perlu dikuatkan sebelum itu. Visi. Harusnya setiap founder tahu betapa pentingnya bahan baku satu ini dalam meramu startup yang berhasil. Tapi, tidak hanya soal mengejar visi. 

Membuat satu visi dan mewujudkannya menjadi nyata serta konsisten di jalannya, bukan perkara mudah. Hal itu juga yang diakui oleh Co-Founder Haruka Edu, Gerald Ariff kepada TopCareer.id beberapa waktu lalu. 

Gerald mengatakan, penyatuan persepsi sehingga berada di satu visi yang sejalan antar-pendiri jadi hal penting yang perlu dikuatkan ketika hendak membuat startup. Gerald mengibaratkan prosesnya seperti berlayar di satu kapal melewati banyak terjangan ombak. 

“Kami hampir bangkrut beberapa kali, yang harus dikencangkan dulu itu visi. Mau dibawa ke mana kapal ini. Seperti Jack Sparrow dalam Pirates of Caribean saja, melanglang buana ke pulau-pulau yang enggak pernah dilihat sebelumnya dengan tim yang semerawut,” kata Chief Partnership Officer (CPO) Haruka Edu itu. 

Apalagi, tambah dia, kapal tersebut berisi orang-orang dengan background berbeda yang otomatis punya opini dan pemikiran masing-masing. Dan semua itu dilakukan dari nol. Nol dana, nol sumber daya manusia, nol partner, yang membuat fondasi berupa visi jadi hal utama yang perlu dikuatkan. Kalau tidak berdiri pada satu visi yang kuat, siap-siap kapal oleng, Kapten!

Tak hanya kejar visi, tapi dibagi

Menurut Digital Transformation Leader for Middle East and Africa, International Business Machines (IBM), Juan Jose de la Torre, keberhasilan suatu usaha bukan hanya tentang mendefinisikan dan mengejar visi, tapi juga kemampuan membuat instrumen visi, kemudian merumuskannya menjadi sesuatu yang nyata dan membagikannya.

Membagikan visi tersebut kepada stakeholder mungkin jadi satu hal penting untuk menanamkan semangat, dedikasi, serta dorongan kepada tim. Juan menyampaikan lebih lanjut, ketika visi tersebar di seluruh organisasi, nantinya itu diterjemahkan menjadi budaya.

“Karena visi yang tidak dibagikan dan tidak bergema ke orang lain bukanlah sebuah visi. Suatu visi perlu dipercayai, dipupuk, dan diikuti untuk menjadi mercusuar yang memandu upaya itu,” kata Juan dalam laman Entrepreneur.

Kenapa visi jadi sangat penting?

Managing Director of Techstars in New York City, Alex Iskold yang juga founder Get Glue (startup jejaring sosial) membeberkan kenapa visi yang kuat merupakan bahan utama startup yang sukses. 

1. Alat melihat masa depan

Ia menyebut, visi dalam startup itu bisa jadi kemampuan untuk melihat dan mengartikulasikan masa depan. Para founder seringkali bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak lihat ke depan. Ketika pendiri memiliki visi yang kuat, maka pendiri itu harus mampu mengartikulasikan visi tersebut ke dalam hal-hal yang detail, dan memberikan kekuatan serta keyakinan untuk mewujudkannya. 

2. Mengarahkan pada keyakinan

Alasan selanjutnya yang disebutkan Alex yakni, visi yang kuat mampu mengarah pada keyakinan. Para pendirinya menjadi sangat terdorong oleh visi, yang pada akhirnya mereka mengembangkan keyakinan yang kuat. 

“Keyakinan ini bukan hanya firasat. Keyakinan yang kuat adalah hasil dari visi yang berdasar, bukan hanya pada visi masa depan yang kabur, tetapi pada fakta, data, dan daya tarik. Semakin banyak traksi awal dan pendiri pertumbuhan, semakin kuat keyakinan mereka di sekitar visi,” ujar Alex.

3. Menentukan arah dan membantu membuat keputusan

Visi yang kuat juga mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang sangat penting-ke mana kapal berlayar? Visi yang kuat jadi panduan strategis, makanya perusahaan-perusahaan besar tidak pernah menyimpang dari visi mereka. 

“Di mana kita menginvestasikan kerja keras kita? Haruskah kita meluncurkan produk ini atau produk lain? Pasar mana yang kita masuki? Apa yang kita perjuangkan sebagai perusahaan? Bagaimana kita sampai di sana? Nah, setiap pertanyaan strategis itu diinformasikan oleh visi.”

4. Bantu bertahan

Akhirnya, dan yang paling penting, memiliki visi yang kuat membantu para pendirinya bertahan dalam perjalanan mereka. Memulai suatu perusahaan pada dasarnya tidak rasional. Sebagian besar startup gagal. 

Pendiri tanpa visi yang kuat — tanpa keyakinan besar di sekitar peluang — tidak dapat menahan semua rintangan, dan mereka akhirnya menyerah. Pendiri dengan visi yang kuat dan besar tidak bisa berhenti; mereka tidak bisa menahan tarikan visi. “Mereka terus berjalan dan akhirnya memiliki peluang menang yang jauh lebih tinggi.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru