real
        time web analytics

Dari Kami

Bahaya di Balik Sering Putus Asa


TOPCAREER.ID – Tekanan pekerja atau tekanan apapun bisa saja membuat orang terbebani. Fatalnya jika tidak kuat bisa menimbulkan keputusasaan dan menyerah. Studi menyebutkan, seseorang yang putus asa atau menyerah dapat mengantarnya kepada kematian.

Setiap manusia pastinya tidak akan pernah luput dari yang namanya cobaan. Ketika orang telah mengalami keputusasaan yang tinggi, bisa dapat berdampak pada kondisi psikologis orang tersebut.

Rekan peneliti senior John Leach mengatakan, keputusasaan adalah kondisi di mana kondisi medis nyata dan bisa berujung kematian bila tidak ditangani dalam tiga minggu. Dilansir dari New York Post, gangguan ini biasanya terjadi setelah seseorang menderita trauma parah dan merasa tidak ada jalan keluar atas permasalahan yang telah ia hadapi. Leach juga mengatakan para korban itu percaya satu-satunya jalan untuk mengatasi dan keluar dari permasalahan ini adalah kematian.

John Leach menyebutkan rangkaian tingatan seseorang yang mengalami keputusasaan, bisa menarik diri dari lingkungan sosial, kurang motivasi, dan mendapat respons rasa sakit, apatis, dan mengalami kematian psikogenik. Leach dari Universitas Portsmouth di Inggris menambahkan, kematian psikogenik itu nyata, itu bukan bunuh diri dan tidak terkait dengan depresi. John Leach menyebutnya sebagai kehancuran seseorang. Penemuannya ini dipublikasikan dalam Science Direct.

Menurutnya, kehilangan keinginan untuk hidup dapat berasal dari kerusakan pada sirkuit otak yang mengatur perilaku. Rekomendasi saran yang diberikan oleh Leach adalah motivasi yang sangat penting untuk menghadapi kehidupan dan bila hal itu gagal, makan apatis pun akan muncul dengan sendirinya.

"Dorongan untuk mengembalikan sikap putus asa dan menyerah pada kematian cenderung datang ketika seorang yang selamat dapat menemukan atau memulihkan perasaan terhadap pilihan atau memiliki kendali yang disertai dengan proses penyembuhan luka-luka mereka dan mengambil manfaat baru dalam kehidupannya," jelas John Leach.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru