real
        time web analytics

Dari Kami

Beda Antara Sound Editor dan Sound Engineer


TOPCAREER.ID – Audio dalam film atau karya sinematik atau bahkan produksi periklanan, rasanya tak akan indah jika tak ada sound editor. Sound editor memegang peranan yang sama pentingnya dengan video editor dalam sebuah produksi iklan ataupun film. Lalu, apa bedanya dengan sound engineer ya?

Semua aspek suara dalam sebuah produksi iklan dan film adalah tanggung jawab sound editor. Dalam alur kerjanya, profesi ini bekerjasama dengan sutradara dalam merumuskan visi misi yang akan diangkat dalam sebuah produksi, lalu kemudian mereka akan mengimplemetasikannya dalam bahasa suara.

Ada perbedaan pekerjaan sound editor yang bekerja di agensi periklanan dengan film, perbedaan yang mencolok adalah tanggung jawab pekerjaan. Dilansir dari laman Haho, Hangga Paty Kusuma, sound editor yang sudah malang melintang di dunia agensi periklanan selama 5 tahun membeberkan perbedaan keduanya.

“Sebenarnya namanya sama, tapi tergantung berada di bidang apa. Kalau sound engineer dan sound editor di dunia periklanan beberapa job itu dikerucutin jadi satu peran atau satu orang,” kata Hangga dalam Haho. 

Ia melanjutkan, kalau di film, apalagi untuk standar karya Hollywood, divisi audio itu terdiri dari beberapa tahapan, yakni ada Head Sound Design, di bawahnya ada sound editor mixing, ada yang bagian edit sound dialog dan lain-lain.

“Kalau gue di iklan disebutnya sound engineer dan sound editor atau ‘jongos audio’ juga boleh,” ujar Hangga.

Perbedaan lain adalah tenggang waktu yang dimiliki oleh sound editor di periklanan dan film. Bekerja dari deadline ke deadline adalah pola lumrah yang dilakoninya.

Menurutnya, kalau iklan flow-nya sedang cepat, deadline bisa 3 hari saja. Hal itu tentu berbeda dengan mereka yang kerja di film yang memiliki deadline agak panjang karena durasi yang juga panjang bisa dua jam lebih. 

“Kalau di iklan beberapa menit aja kan,” jelas Hangga.

Namun begitu mereka dituntut untuk selalu mendahulukan kualitas serta kreativitas. Hangga menilai, kedua untuk kualitas adalah harga mati kalau mau bertahan di industri ini, sementara kreativitas bisa terus digali lewat latihan dan jam terbang.

Lagi, Hangga menambahkan bahwa pada dasarnya sound editor atau sound engineer itu harus bisa membuat mood iklan jadi lebih hidup atau membantu agar lebih chic tentunya. 

“Kalau di film biasanya dia ngebuat sound effect sendiri atau mendesain sound sendiri kalau di iklan ada yang kita desain sendiri ada juga yang kita ambil dari sound library tergantung kebutuhan. Tapi biarpun kesannya kita tinggal ngambil dari library, bagaimana dengan deadline yang mepet kita bisa gunain kreativitas kita agar kualitas kerjaan kita bagus, nah itu serunya,” pungkas Hangga.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait