real
        time web analytics

Dari Kami

Beda Kerja Personal Stylist dan Personal Shopper


TOPCAREER.ID – Salah satu peran sebagai personal stylist adalah ikut membelanjakan pakaian-pakaian yang tepat bagi kliennya demi mendukung penampilan tentunya. Namun, hal itu bukan berarti pekerjaan personal stylist sama dengan profesi personal shopper.

Dilansir dari Thebalance.com, deskripsi pekerjaan personal shopper, yakni memberikan saran belanja berdasarkan pengetahuan soal produk, layanan, hingga tren yang ada. Ibaratnya, personal shopper itu konsultan terpercaya bagi pembeli dalam membelanjakan kebutuhan yang diinginkan.

Dalam hal ini klien atau pembeli sudah mengetahui apa yang ingin ia belanjakan, hanya saja terkait produk lebih dalam akan dikonsultasikan dulu kepada personal shopper ini. Untuk itu, personal shopper perlu meneliti berbagai merk di toko, terkait gaya juga pusat perbelanjaannya. Termasuk tren fashion, lantaran pembeli lebih mencari gaya terkini daripada tampil dengan fashion yang sempurna.

Sebagai personal shopper, mereka akan bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan klien sehingga mampu mempertahankan pembeli setia. Personal shopper akan memberikan pengalaman berbelanja yang mudah, menginspirasi, dan produktif bagi pembelinya.

Banyak department store atau online shop yag menawarkan jasa personal shopper kepada pelanggannya. Bahkan, layanan ini kerap diberikan cuma-cuma kepada pelanggan, meski perlu membuat janji terlebih dahulu.

“Layanannya gratis, pakaiannya tidak. Kebanyakan di department store, personal shoppers membuat komisi atas pakaian yang mereka jual. Ini berarti bahwa itu adalah minat mereka, dan toko, terbaik untuk mengarahkan pelanggan ke merek kelas atas,” seperti yang tertulis dalam laman Corporette.

Sementara, jika menilik pekerjaan personal stylist adalah membantu klien mencapai penampilan secara keseluruhan, mengasah selera gaya yang tepat termasuk memilah pakaian untuk lemari klien. Jadi, tak jarang stylist ikut berperan sebagai personal shopper dengan keahlian fashion yang dimiliki.

Orang yang benar-benar tak memiliki banyak waktu untuk memikirkan penampilan yang tepat dari ujung rambut hingga ujung kaki, maka masuk ranah tugas personal stylist.

Personal shopper juga akan tampak seperti stylist bagi pembeli ketika mereka paham soal item yang dibelanjakan dan menemukan hal yang tepat bagi pembeli.

“Memiliki personal shopper memberikan kamu seseorang untuk memilih opsi selama di toko, personal stylist memberimu pengalaman lebih banyak lagi! Personal shopper dapat bekerja dari lantai ke lantai di tiap toko, sedangkan personal stylist harus menyelesaikan sekolah terkait gaya.”

0 Comments

Lowongan Terbaru