real
        time web analytics

Dari Kami

Beda Perlakuan Main Piano dengan Keyboard


TOPCAREER.ID – Jika dilihat dari tampilan secara sekilas piano akustik dengan keyboard tampak mirip, tetapi suara yang dihasilkan kedua instrumen musik ini cukup berbeda. Perbedaan pertama keyboard menggunakan tenaga listrik dalam memainkannya, sementara piano akustik tidak.

Tak hanya hasil suara yang dikeluarkan berbeda, memperlakukan instrumen ini ketika bermain pun berbeda, begitu juga dengan cara perawatannya. Nah, ini perbedaan antara piano akustik dengan keyboard.

Piano akustik yang tak mengandalkan tenaga listrik dalam menghasilkan suara atau nada, membuat kekuatan tangan menjadi hal yang paling dibutuhkan. Keras atau lembutnnya suara benar-benar 100 persen dari kekuatan jari-jari tangan.

Menurut guru piano PMC Music School, Amalia Tampubolon, berbeda dengan keyboard yang mengandalkan pengaturan tertentu untuk mengatur volume suara. Namun, ketika bermain keyboard dengan menggunakan kekuatan tangan, maka suara yang dihasilkan pun tak seperti piano.

“Kalau listrik atau keyboard kan enggak, udah dipasang segitu ya segitu. Mau pakai kekuatan jari kayak apa ya segitu. Mau ditekan dengan kekuatan penuh ya tetap aja segitu,” ucap Amalia kepada TopCareer.id.

Beda Perlakuan Ketika Bermain

Ketika bermain piano akustik diperlukan kelincahan semua jari-jari tangan, tidak seperti keyboard yang bisa hanya dengan mengandalkan satu tangan. Menurut Amalia, ketika bermain piano, tangan kiri harus lebih lincah karena sifatnya pengiring sehingga bisa menghasilkan lagu yang bagus, sementara tangan kanan bermain melodi.

“Kalau keyboard karena dia ada musik pendukung, dengan satu jari pun bisa menghasilkan musik. Enggak perlu mengimbangi kiri kanan. Kalau bisa main piano, enggak usah belajar keyboard pasti udah bisa, tapi kalau bisa main keyboard belum tentu bisa main piano,” kata Amalia.

Menurut Amalia, belajar keyboard bisa hanya dalam hitungan hari saja karena satu jari bisa menghasilkan cord dan sebagainya, terlebih keyboard memiliki setting musik pengiring.

Meski menggunakan kekuatan layaknya pianis andal (full emosi), piano akustik tidak mudah rusak hanya dengan cara bermain yang seperti itu. Sementara, bermain keyboard disarankan lebih hati-hati dalam menekan tuts. Apalagi ada tombol-tombol di luar tuts yang membuat keyboard bisa dianggap mudah dalam memainkannya.  

Perawatan

Kalau keyboard memang lebih disarankan untuk bermain secara hati-hati, misal dalam penggunaan tombol-tombol yang tidak boleh ditekan terlalu keras demi menghindari kerusakan dalam jangka waktu dekat.

Selain itu, hindari tuts keyboard dari tetesan minuman atau zat-zat cair lainnya. Atau lebih disarankan untuk menutup keyboard dengan penutup plastik jika sedang tidak digunakan.

Sementara untuk piano akustik, gampang-gampang susah dalam perawatannya. Ada standar temperatur dan kelembapan yang digunakan untuk menempatkan piano di suatu ruangan, yakni sekitar 20 sampai 35 derajat celcius dengan standar kelembapan sekitar 16-45 persen.

Untuk membersihkan debu, gunakan kemoceng lalu bersihkan dengan lembut. Usahakan tidak menggunakan alat pembersih yang biasa dijual di toko karena kemungkinan mengandung bahan kimia yang bisa saja merusak piano. Disarankan pakai kain biasa saja.

Karena piano akustik memiliki senar-senar layaknya gitar, maka ada yang namanya tuning atau stem piano yang biasa dilakukan setahun sekali. Dan stem piano ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang, begitu pula ada alat khusus untuk melakukan perawatan satu ini.

“Piano akustik itu kan pakai senar di dalamnya, kayak gitar lah. Distem lagi, dikencengin lagi, suaranya diselaraskan lagi. Harus ada orang ahli yang stem, tukang stem piano ada sendiri. Harga perawatan tuning, sekarang ini kira-kira Rp250 ribu satu kali tuning, itu kan satu tahun sekali.”

0 Comments

Lowongan Terbaru