real
        time web analytics

Dari Kami

Begini Cara DJ Patok Harga


TOPCAREER.ID – Berdasarkan profesi dan kemampuan seseorang, maka besaran gaji dan rumus penetapan upah akan berbeda-beda. Kalau sebagai seorang disc jockey (DJ), kira-kira indikator apa aja ya yang bisa jadi patokan penetuan harga atau bayaran dalam tiap permainan?

Sherly Silvi, sebagai seorang DJ yang memang sudah punya jam terbangnya sendiri berkat ajang-ajang kompetisi DJ hunt ini mengaku bahwa ada patokan harga yang biasa digunakan kalau memang ingin perform.

Pertama, sudah pasti lama maksimal main seorang DJ tersebut. Sherly mencontohkan dirinya yang punya maksimal main selama 1,5 jam, dan itu bisa mendapat bayaran Rp2 juta. Sementara, kalau lebih dari lama waktu itu, ya tarifnya pun ikut naik.

“Karena mixing lagu itu susah, jadi 1 jam aja itu udah lama banget sebenarnya. Mantengin lagu apa, satu lagu kan paling 2-3 menit. Terus kami mixing lagi, kebayang dong 1 jam harus mixing berapa lagu,” ujar Sherly kepada TopCareer.id.

Faktor pendukung lainnya dalam menentukan harga adalah wilayah, di mana ia akan perform. Sherly memetakan Rp2 juta itu untuk 1,5 jam dan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Sementara, untuk luar kota tentu akan berbeda harganya, yakni di kisaran minimal Rp5 juta.

Apalagi setelah mengikuti beragam ajang kompetisi, Sherly kerap diminta untuk tampil di klub luar kota. Sherly menyebutkan Bali, Balikpapan, Manado, juga Banjarmasin sebagai kota-kota yang pernah ia sambangi untuk memenuhi profesinya sebagai DJ.

Ada lagi faktor by moment, misal seperti event tahun baru, Sherly mengaku bisa mendapat tiga hingga lima kali lipat dibanding waktu-waktu biasa, meski dengan lama permainan 1,5 jam dan di wilayah Jabodetabek.

Tapi kemudian muncul pertanyaan, kira-kira kenapa seorang DJ pantas diberi harga sekian ya, selain dari kemampuan yang ia miliki seputar mixing lagu.

Sherly mengatakan bahwa DJ yang bisa membawa crowd dengan baik, maka klub pun bisa memberikan harga yang pantas. Mulai dari stage performance hingga cara bermain, itu semua seolah masuk unsur penilaian sendiri dari klub dalam memberikan kepantasan harga tiap kali main.

“Terus udah menangin kompetisi apa aja. Ngaruh banget kompetisi itu. Karena biasanya yang udah menangin kompetisi itu yang matok harga lebih mahal, dibanding DJ yang lulusan sekolah DJ biasa-biasa aja,” kata Sherly.

Terakhir, tambah dia, kembali lagi ke personal branding yang nantinya berujung pada crowd yang akan dibawa. Ia mengibaratkan, dari followers Instagram yang banyak, maka tamu yang akan datang saat DJ performance bisa ikut membantu.

“Misal punya fans berapa orang, itu kan ngaruh. Kayak aku datang perform terus dikenal orang-orang dari followers pasti pada datang dong bisa bawa crowd ke tempat itu.”

0 Comments

Lowongan Terbaru