real
        time web analytics

Dari Kami

Begini Lho Proses Seleksi Personal Trainer


TOPCAREER.ID – Tak ingin memiliki citra atau image personal trainer yang buruk, proses rekrutmen dari manajemen gym pun harus dipastikan secara benar. Ada beberapa tahap wawancara yang biasanya dilalui kandidat jika ingin menjadi personal trainer di tempat gym.

Club General Manager Gold’s Gym Kalibata City, Novita Yunius mengatakan bahwa tahap-tahap interview pada fitness industri sama saja dengan industri yang lain. Ada yang kaitannya dengan keahlian, kemudian juga seputar backgroud si kandidat pada umumnya.

Interview Seputar Kemampuan

Kalau sudah lolos berkas yang sebelumnya disortir pihak manajemen gym, maka calon kandidat akan diwawancarai oleh manager fitness seputar kemampuan atau skill. Pertanyaan di sesi ini, misal achievment apa saja yang sudah diraih terhadap klien yang terdahulu.

“Misalnya kandidat ini pernah sebagai trainer, lalu goal-nya member yang dulu untuk ngurusin berat badan. Nah, kurusinnya itu bisa berapa lama, terus berapa kilo, terus massa ototnya bagaimana. Jadi, interview si tahap ini terkait kemampuan yang dinilai,” jelas Novi saat diwawancarai TopCareer.id.

Bahkan, biasanya ada ujiannya juga, seperti ujian teori seputar anatomi tubuh serta pergerakan tubuh manusia seperti apa.

Interview dengan General Manager

Novi melanjutkan, bila sudah sampai tahap interview dengan general manager, Novi hanya ingin memastikan bahwa kandidat memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Apalagi jobdesk utama seorang personal trainer adalah mengajar dengan cara yang fun.

“Dia (kandidat) luwes enggak si ngomongnya. Ujung-ujungnya memang ngajar ya, tapi kan enggak ngajar yang kayak guru kelas ke murid. Cara si kandidat bicara itu enak apa enggak. Itu kalau saya yang interview dalam proses seleksi,” papar Novi.

Pada intinya, Novi hanya ingin memastikan bahwa kandidat memiliki background yang baik. Hal itu biasanya akan terlihat dari jawaban pertanyaan seputar pengalaman serta pencapaian kerja. Novi juga akan bertanya alasan mengapa kandidat memilih resign dari tempat sebelumnya.

Novi hanya bertanya layaknya interviewer dalam proses rekrutmen di industri lain, bukan seputar kemapuan si kandidat.

Psikotes

Layaknya tahap rekrutmen pada umumnya, tes ini juga dilakukan pada seleksi personal trainer. Novi berpendapat, dalam industri fitness itu membutuhkan orang yang benar-benar passion di dalamnya serta kuat secara mental dan psikologis.

“Kami working long hour, paling tidak satu hari 12 jam, bisa dari pagi sampai malam atau sampai sore. Kemudian juga ya namanya si trainer ini kan in touch langsung jadi capek pastilah manusiawi. Cuma kan kalau lagi nagajar mood jelek, terus mempengaruhi cara ngajar ke member, itu yang tidak diinginkan.”

Background Cek

Pihak HRD Gold’s Gym bakal memastikan background kandidat di tempat sebelumnya dengan cara menelepon. Kalau pada tahap ini si kandidat tidak ada yang “aneh-aneh”, maka bisa langsung lanjut untuk tanda tangan kontrak menjadi personal trainer.

Namun, jika dalam proses background check ini pihak HRD menemukan hal-hal yang tidak baik, maka keputusan akan kembali ke klub. Hal negatif itu contohnya, si kandidat di klub sebelumnya pernah terlibat perkelahian dengan member.

“Atau misal dia di tempat kerja dipecat karena tidak memenuhi target. Cuma, kalau namaya berantem ya enggak mungkin lah terus kami rekrut. Untuk Gold’s Gym Kalibata sendiri kalau ada hal-hal yang enggak bagus setelah background check ya kami mending enggak terima.”

Kalau sudah oke di semua tahap, kemudian tanda tangan kontrak, personal trainer bakal diikutkan dalam training selama satu minggu. Tujuannya untuk memperdalam lagi ilmu serta cara mengajar yang menyenangkan bagi para member.  

0 Comments

Lowongan Terbaru