real
        time web analytics

Dari Kami

Belajar Apa Saja di Sekolah Pramugari?


TOPCAREER.ID - Untuk memperbesar kemungkinan lolos tes pramugari di maskapai penerbangan, sekolah pramugari menjadi salah satu jalan yang dinilai mudah. Dalam materinya, tentu mengenalkan hingga memperdalam tugas serta tanggung jawab pramugari secara keseluruhan. Kemudian, apa lagi ya yang dipelajari di sekolah pramugari?

Founder Metschool (sekolah pramugari), Yosh R Lukman memaparkan bahwa materi yang diberikan di sekolah pramugari ini terbagi menjadi dua, yang sifatnya teoritis dan praktikal. Ada sekitar 20 materi yang ada di kurikulum.

Materi-materi itu meliputi kepramugarian, kemudian ada passanger handling, materi penerbangan, dan tentunya hal penting dalam industri service, yakni komunikasi. Lantaran pramugari ibarat icon airlines yang notabene ada di industri service, maka penekanan dalam materi komunikasi itu menjadi hal yang paling penting.

Masih ingatkah dengan kisah-kisah menarik soal pramugari bantu kondisi darurat dalam pesawat yang berhubungan dengan penumpang, seperti sakit? Ternyata di sekolah pramugari memang ada materi yang namanya medical knowledge yang sudah disertai dengan praktik. Di Metschool sendiri, ada yang namanya praktik CardioPulmonary Resuscitation (CPR).

“Materi CPR yang kami berikan ke siswa itu sudah mengacu pada sertifikasi internasional. Praktiknya juga apa yag dilakukan di airlines, kami lakukan di sini, tentunya juga sesuai standar internasional. Lalu ada materi swimming and rescue. Terutama di rescue, standarnya integrated dengan medical knowledge,” jelas Yosh.

Yosh melanjutkan, tujuan mengapa pramugari dibekali dengan ilmu medical hingga survival adalah untuk membantu hal-hal darurat yang kaitannya dengan service terhadap penumpang. Karena di pesawat sendiri tidak ada dokter khusus untuk penanganan hal-hal kedaruratan semacam itu.

Contohnya, penumpang collapse, pingsan atau bahkan melahirkan. Pramugari dituntut mampu menangani penumpang hingga ke hal-hal yang sifatnya medis. Tugas utama pramugari memang melakukan kegiatan service yang baik, termasuk di dalamnya soal kenyamanan dan keamanan penumpang. Yosh mengibaratkan pekerjaan pramugari itu multidimensi.

Terkait kemampuan komunikasi, bahasa Inggris seolah mejadi aspek wajib yang harus dikuasai oleh pramugari. Karena nyatanya meski meladeni penerbangan domestik, di era seperti ini tidak mungkin jika tak bisa berbahasa internasional itu. Pematangan materi itu juga yang ditekankan oleh Metschool, terutama English conversation.

Metschool juga melakukan pemetaan melalui konseling terhadap masing-masing siswa untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya. Program konseling ini bahkan tak hanya diperuntukkan bagi siswa aktif saja, melainkan juga bagi alumni yang masih memerlukan konseling lantaran belum direkrut airlines, bahkan mengawal hingga tahap perekrutan dan lolos training center.

“Lalu ada yang namanya simulasi rekrutmen sehingga siswa dikondisikan semuanya seperti dengan rekrutmen yang dilakukan oleh airlines. Bahkan lay out ruangan kami ubah semuanya, seolah-olah mereka melakukan rekrutmen betulan. Semua siswa antre di luar, termasuk juga bekas lamaran itu kita review one by one, seperti itu,” papar Yosh.  

Menurut Yosh, hal itu dilakukan untuk mencoba kesiapan mental setiap siswa jika menghadiri rekrutmen. Yang kedua, lanjut dia, tentu kesiapan materi. Dari hasil simulasi rekrutmen yang dilakukan, nantinya akan ada review juga, koreksi apa yang menjadi kekurangan siswa dalam menghadapi proses rekrutmen.

“Biasanya simulasi rekrutmen kami lakukan di bulan ketiga atau keempat dalam 6 bulan masa belajar. Karena kalau di akhir masa belajar, kami tidak punya cukup waktu untuk melakukan koreksi. Koreksi materi biasanya yang belum mereka kuasai secara penuh,” ujar dia.

Bahkan, ada materi praktikal yang namanya flight observation yang sampai terbang ke luar kota. Materi flight observation ini biasanya memberikan gambaran kepada siswa soal keadaan lapangan langsung, mulai dari kedaan pesawat, bandara, hingga dari segi pelayanan di tiap aspek. Siswa nantinya dituntut membuat laporan untuk dipresentasikan.

“Bagaimana kondisi di bandara dari mulai ticketing, boarding, sampai dengan flight. Begitu flight pakai pesawat apa, jenis pesawatnya, berapa tempat duduknya, berapa pintu daruratnya, ada berapa pramugarinya, termasuk pilot dan kopilotnya. Kemudian mulai landing sampai dengan bagasi handling seperti apa.”

0 Comments

Lowongan Terbaru