real
        time web analytics

Dari Kami

Belajar dari Keluhan-Keluhan Pendaftar CPNS 2018


Ilustrasi.

TOPCAREER.ID – Usai ditutupnya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat portal sscn.bkn.go.id pada 15 Oktober 2018, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merangkum beberapa keluhan yang diterima selama berlangsungnya proses seleksi administrasi. Kendala itu ditampung lewat layanan helpdesk SSCN.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan menyampaikan bahwa beberapa kendala yang dikeluhkan oleh peserta terkait pendaftaran CPNS merupakan kendala umum yang seharusnya sudah diantisipasi oleh peserta sebelum mendaftar.

“Pertama masalah kependudukan, NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan KK (Kartu Keluarga) tidak sesuai. Atau tahun ini menikah, KK-nya baru, lalu yang baru enggak bisa dipakai. Atau perubahan nama, alamat juga begitu. Dari awal kami sudah sampaikan, pada awal tahun agar yang enggak beres itu diselesaikan dulu,” ucap Ridwan dalam konferensi pers di kantor BKN.

Ridwan mencontohkan masalah lainnya, seperti perbedaan nama antara di akte kelahiran dengan nama yang ada di ijazah. Seharusnya, kata dia, sebelum mendaftar bisa merapikan segala keperluan administrasi terkait kependudukan.

Permasalahan kedua, yakni kesalahan yang dibuat dari peserta sendiri dan tergolong kesalahan sederhana. Seperti kesalahan dalam mengisi data yang diminta selama proses pendaftaran, padahal menyangkut data diri.

Ridwan kembali memberi contoh, kesalahan pengisian jenis kelamin, yang terbilang mudah, tapi masih ada saja yang salah. Pengisian soal data diri ini juga sudah dipublikasikan sebelumnya kepada calon peserta untuk lebih berhati-hati karena berkaca pada penyelenggaraan seleksi CPNS tahun sebelumnya.

“Yang paling gampang itu pilihan jenis kelamin. Itu pakai radio button, kami tidak membuat default pria atau wanita, mengarahkan kursor ke sana klik, klik submit, itu juga masih ada yang salah.”

Contoh lainnya, kesalahan pengisian data yang seharusnya tempat atau tanggal lahir diisi sesuai dengan ijazah, malah diisi dengan tanggal terbit ijazah tersebut yang jika menghitung umur, maka tidak sesuai dengan persyaratan.

“Itu mereka mengaggapnya sebagian kecil sebagai tanggal terbit ijazah, 2016 misal. Begitu itu dijadikan cara untuk menghitung umur, umurnya cuma 2 tahun, jadi enggak bisa karena PNS minimal 18 tahun maksimal 35 tahun,” ujar Ridwan.

Ia mengakui bahwa permasalahan atau keluhan yang diterima oleh BKN selama proses pendaftaran, lantaran tingkat literasi yang kurang atau malas membaca. Padahal, informasi terkait CPNS ini sudah diberikan oleh BKN dalam berbagai media publikasi jauh hari sebelum tanggal pendaftaran.

0 Comments

Lowongan Terbaru