real
        time web analytics

Dari Kami

Berdedikasi Demi Membuka Jendela Dunia Anak-Anak Desa


Togu Simorangkir.

TOPCAREER.ID – Ingin anak-anak di kampung halamannya lebih mengenal dunia lewat membaca, Togu Simorangkir lantas mendedikasikan diri untuk memberi dan berbagi lewat sopo atau pondok belajar. Ia memang giat melakukan beragam kegiatan sosial, hingga pada 2010 mantap mengabdi untuk Pematang Siantar.

Berangkat dari keprihatinannya terhadap anak-anak di Pulau Samosir, Togu bertekad menyuplai ilmu lewat aksinya mendirikan pondok belajar. Togu melihat hal itu merupakan kebutuhan bagi anak-anak Pulau Samosir yang dinilai lebih tertinggal dibanding masyarakat di dataran.

Lelaki lulusan MSc in Primate Conservation, Oxford Brookes University ini bersama dengan teman-temannya lantas mendirikan Yayasan Alusi Tao Toba. Harapannya, lewat yayasan ini kelak mampu mensejahterakan masyarakat di sekitar Danau Toba lewat pendidikan yang cerah.

“Kita harus memilih dan merasa cukup dengan fesyen kita. Dan saya merasa fesyen saya di bidang filantropi masyarakat,” kata Togu.

Sejak 2010 hingga tahun 2017, setidaknya ia sudah mendirikan empat Sopo Belajar, yakni Sopo Belajar Lontung, Sopo Belajar Janji Maria, Sopo Belajar Bahal-Bahal, dan Sopo Belajar Mual. Sopo belajar pertama didirikan di Desa Lontung, Pulau Samosir, merupakan desa yang sulit dijangkau.

Selain membuat sopo belajar, Togu juga membuat kapal belajar yang diharapkan bisa mengarahkan masyarakat  menuju perubahan lewat pendekatan mencintai lingkungan. Togu bertutur, kala itu ia ingin ada semacam perpustakaan keliling, namun dapat dijangkau oleh anak-anak yang wilayahnya hanya bisa ditempuh oleh kapal.

Semua sopo belajar dan kapal belajar itu ia dirikan bermodal dana dari beragam aksi. Namun, tak jarang dari aksi penggalangan dana yang ia lakukan tergolong ekstrem dan aneh. Contohnya, Togu pernah berenang sejauh 18 Kilometer di Danau Toba untuk menggalang dana bagi pengadaan kapal belajar.

Togu juga pernah berenang dari Onanrunggu ke Balige dengan waktu tempuh 8 jam pada Hari Pendidikan Nasional pada Event Berenang Berbagi 2015. Dari aksinya itu, Togu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp120 jutaan.

Selain itu, dana juga berhasil ia kumpulkan dari menjual merchandise, mengamen bersama para relawan Baling (Bersama Alusi Luaskan Impian Nan Gemilang), menjual kalender Tao Toba penuh cinta berisi foto-foto alam dan budaya di sekitar Danau Toba sumbangan para fotografer profesional Sumatera Utara, Bersepeda Berbagi, dan banyak aksi  lainnya.

0 Comments

Lowongan Terbaru