real
        time web analytics

Dari Kami

Bersepeda Motor Bisa Hilangkan Stres?


TOPCAREER.ID – Hampir setiap orang mungkin pernah merasakan berkendara dengan sepeda motor. Jika dirasakan lebih dalam, ada aliran adrenalin ketika melakukannya. Bahkan beberapa menit bermotor mampu menghilangkan rasa stress yang mungkin muncul dalam kesibukan sehari-hari.

Ada penelitian di luar UCLA, yang didanai oleh Harley-Davidson, yang secara resmi mengkonfirmasi bahwa  mengendarai sepeda motor memberimu beberapa manfaat yang sama dengan berolahraga dan mengurangi kortisol, yakni hormon jahat y ang menandakan stres.

Studi neurobiologis diproduksi oleh tim peneliti dari Semel UCLA’s Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior. Tim ini mempelajari sekelompok pengendara berpengalaman yang sehat mengemudikan sepeda motor mereka sendiri pada rute yang telah ditentukan sebelumnya untuk 22 mil dalam kondisi normal.

Para peneliti mencatat aktivitas otak dan kadar hormon pengendara sebelum, selama, dan setelah bersepeda motor, mengendarai mobil, dan beristirahat. Tim peneliti memantau aktivitas otak dan denyut jantung elektrik peserta, serta tingkat adrenalin, noradrenalin, dan kortisol menggunakan teknologi EEG seluler. 

Hasilnya menemukan bahwa saat bersepeda motor, subjek mengalami peningkatan fokus sensorik dan ketahanan terhadap gangguan. Berkuda juga menghasilkan peningkatan kadar adrenalin dan detak jantung, dan penurunan kadar kortisol —hasil yang sering Anda dapatkan setelah sesi latihan ringan, yang juga merupakan peredam stres.

“Sampai saat ini, teknologi untuk mengukur secara ketat dampak kegiatan seperti bersepeda motor pada otak, tidak ada. Otak adalah organ yang luar biasa kompleks dan menarik untuk menyelidiki laporan efek fisik dan mental pengendara,” kata Dr. Don Vaughn, ahli saraf yang memimpin tim peneliti.

Studi ini juga menekankan poin-poin utama, seperti:

- Mengendarai sepeda motor menurunkan biomarker hormon stres sebesar 28 persen

- Rata-rata, mengendarai sepeda motor selama 20 menit meningkatkan denyut jantung peserta sebesar 11 persen dan tingkat adrenalin sebesar 27 persen — mirip dengan olahraga ringan

- Fokus sensorik ditingkatkan saat mengendarai sepeda motor versus mengendarai mobil, efeknya juga diamati pada meditator berpengalaman versus non-meditator

- Perubahan aktivitas otak peserta studi saat mengendarai menyarankan peningkatan kewaspadaan seperti minum secangkir kopi.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills