real
        time web analytics

Dari Kami

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Agen Perisai


TOPCAREER.ID – Salah satu faktor yang mendukung peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagkerjaan pada pekerja segmen bukan penerima upah (BPU) adalah munculnya inisiatif agen Penggerak Jaminan Sosial (Perisai). Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan akan menggenjot penambahan jumlah agen Perisai.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya menargetkan penambahan jumlah agen Perisai tahun ini menjadi 20.000 orang. “Itu jumlah target maksimal karena kami ingin menjaga kualitas agen Perisai,” ujar Agus, beberapa waktu lalu.

Melalui sistem keagenan Perisai, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan berupaya mempercepat penambahan kepesertaan dari sektor pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ke depan, kata Agus, agen Perisai ini akan terus ditingkatkan kemampuannya sehingga selain menjadi agen untuk akuisisi peserta, nanti bisa berperan lebih banyak sebagai penghubung antara pekerja dengan industri.

Inisiatif ini merupakan program keagenan dengan memberdayakan masyarakat yang mengadopsi sistem Sharoushi sukses diterapkan di Jepang.

Dengan skema ini, agen Perisai bisa mengakuisisi peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja terutama di sektor informal.

“Perisai terbukti mampu mendorong peningkatan kepesertaan pada sektor BPU dan ini adalah hasil positif yang didukung berbagai pihak, khususnya para Perisai yang bekerja keras agar seluruh pekerja, khususnya sektor BPU dapat terlindungi,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis.

Hingga akhir tahun lalu, kata Ilyas, kepesertaan yang digaet Perisai mencapai 530.000 orang dari 3.700 agen Perisai aktif.

“Hasil ini tidak membuat kami berpuas diri, 2019 kami mengusung tema aggressive growth. Kami akan berupaya semaksimal mungkin mencapai seluruh target agar manfaat yang kami berikan kepada peserta bisa optimal untuk kebaikan seluruh pekerja di Indonesia,” kata Ilyas.

Strategi lain untuk menambah kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan lainnya adalah menggagas sejumlah kerja sama strategis dengan pemerintah, baik daerah, provinsi, maupun pusat.

Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan hasil positif pada pembukuan kinerja pertumbuhan kepesertaan 2018. Sebanyak 30,5 juta pekerja aktif tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan, yakni 29,6 juta pekerja aktif. Adapun total peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai 2018 mencapai 50,7 juta pekerja.

Khusus kinerja kepesertaan aktif segmen penerima upah (PU) mencatatkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 3,4 juta dari 2017. Sementara tren tahun-tahun sebelumnya kenaikan rata-rata hanya 1,2 juta pekerja aktif.

“Hasil ini kami raih bukan semata karena kerja keras insan BPJS Ketenagakerjaan sendiri, tapi juga atas kerja sama yang baik antara semua pihak, yaitu pemerintah, stakeholder, dan tentu saja perusahaan serta pekerja yang semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar dia.

0 Comments

Skills