real
        time web analytics

Dari Kami

Buat Kamu yang Sering Traveling Sambil Kerja, Suka Khawatir Soal Ini?


TOPCAREER.ID – Berdasar hasil studi dari Carlson Wagonlit Travel CWT), 65 persen bisnis traveler di seluruh dunia khawatir tentang keamanan data perusahaan atau pekerjaan saat bepergian (traveling). Kamu merasa seperti itu enggak saat traveling sambil kerja?

Malah untuk kawasan Asia Pasifik sendiri, kekhawatiran itu hadir sebanyak 72 persen. Hanya 35 persen bisnis traveler di seluruh dunia yang merasa yakin tentang keamanan data bisnis mereka saat bepergian. 

“Hasil ini menunjukkan masih banyak yang harus dilakukan untuk mendidik wisatawan tentang cara menjaga data perusahaan mereka. Misalnya, konektivitas di ruang publik dapat membahayakan data perusahaan,” kata Andrew Jordan, Executive Vice President & Chief Technology Officer CWT.

Andrew lebih lanjut mengatakan bahwa kesadaran serta pelatihan atau bentuk-bentuk pemberitahuan lainnya merupakan kunci dari segala kemungkinan pelanggaran keamanan saat bepergian.

Ada beberapa kondisi pemicu ketika bisnis traveler khawatir data bisnis atau pekerjaan mereka tidak aman ketika melakukan bepergian. Kondisi-kondisi itu meliputi:

- Perangkat seluluer atau laptop mereka dicuri atau hilang (29 persen).

- Memakai wifi publik (21 persen).

- Bekerja di laptop atau perangkat seluler lainnya (9 persen).

- Mengakses email perusahaan (8 persen).

- Membuka file atau mengunjungi situs web yang tidak mereka kunjungi sebelumnya (8 persen).

- Membuang dokumen kertas (6 persen). 

Keprihatinan ini dibenarkan karena hampir setengah dari bisnis traveler ini khawatir tentang pelanggaran keamanan saat online atau mencoba untuk online. Dan ini bukan satu-satunya masalah, lantaran 37 persen mengaku mengunduh file asing dari pengirim yang tidak dikenal.

Untungnya, sebagian besar pelaku bisnis melakukan tindakan ketika mereka menyadari adanya pelanggaran keamanan atau data. Sebanyak 37 persen  dari traveler ini disurvei mengklaim segera mematikan perangkat mereka, 25 persen melaporkannya ke perusahaan mereka.

Kemudian sebanyak 34 persen memberitahu departemen Technology and Information (TI) perusahaan mereka. Kemudian 62 persen dari mereka yang disurvei menegaskan bahwa mereka tahu cara melaporkan email phishing dengan tepat.

“Presentase ini pasti dapat meningkat secara dramatis dengan pelatihan yang lebih baik tentang keamanan data,” kata Jordan.

Kurang dari 20 persen bisnis traveler mengatakan bahwa mereka menerima komunikasi dan bimbingan yang sering dan formal tentang data dan keamanan internet dari perusahaan mereka. Sementara 34 persen mengatakan mereka menerima beberapa petunjuk tentang apa yang tidak boleh dilakukan.

Data survei dikumpulkan lebih dari 2.000 bisnis traveler dari Amerika (Brasil, Kanada, Chili , Meksiko dan Amerika Serikat), Eropa (Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Swedia dan Inggris) dan Asia Pasifik (Australia, Cina, India, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan).

 

0 Comments

Lowongan Terbaru