real
        time web analytics

Dari Kami

Buat Pemula Fotografi, Aman Letakkan Flash 45 Derajat dari Model


Foto: Charles Widjaja

TOPCAREER.ID – Penggunaan flash dalam fotografi model itu akan bergantung pada kebutuhan. Namun, bagi pemula yang ingin menggunakan flash strobist (flash di luar kamera) bisa meletakkan flash pada jarak 45 derajat dari model di samping kiri dan kanan. 

“Menurut saya yang baru belajar itu mereka akan suka meletakkan flash 45 derajat dari model karena foto akan jernih, orangnya (subjek) kelihatan total, tapi tetap ada dimensi. Saya pun waktu belajar pakai yang 45 derajat,” Charles Widjaja, fotografer model kepada TopCareer.id. 

Menurut Charles, penggunaan flash kamera memang macam-macam, ada yang sejajar dengan kamera, ada yang di atas kamera, ada pula yang diberi jarak sekian derajat. Semua itu akan kembali pada kebutuhan foto dan konsep apa yang akan dibuat. 

Namun, menurut pengalaman Charles sendiri, yang paling bagus memang cahaya tidak sejajar dengan kamera artinya perlu diberi jarak. Tujuannya untuk memberikan efek dimensi pada hasil foto.

“Karena kalau dari depan doang, otomatis mukanya flat karena terang semua. Kalau diletakkan 45 derajat dari model, nantinya akan menciptakan shadow. Artinya dia punya dimensi, ada bayangan tapi enggak mengganggu,” papar Charles.

Beda Lighting untuk Cewek dan Cowok 

Charles kembali mengatakan bahwa penggunaan lighting itu kembali lagi mau menciptakan efek seperti apa dan kebutuhan yang bagaimana. Misal, untuk kebutuhan iklan kecantikan dengan model perempuan, malah cahaya yang dibutuhkan adalah yang ditembak dari depan. 

“Karena saya enggak butuh shadow, justru butuh terang semua. Cantiknya yang kita lihat, make up-nya yang mau dilihat, jadi itu dari depan,” ucap laki-laki yang memiliki dua anak ini. 

Ia kerap menemui klien perempuan yang lebih menginginkan foto dengan wajah tampak terang, sehingga pencahayaan bisa diletakkan tepat di kamera atau hot shoe. Sementara, akan berbeda jika modelnya laki-laki. Cahaya bukan ditembak dari depan. 

Karena kalau model laki-laki, kata Charles, biasanya tak begitu membutuhkan ekspose wajah. Malah akan bereksplorasi bagaimana menciptakan efek yang maskulin sehingga cahaya bukan datang dari depan model. 

“Justru kalau foto model laki-laki itu enggak perlu kelihatan muka semua, saya letakkan 90 derajat dari modelnya. Dia akan menciptakan efek garis doang itu lebih menarik kalau laki-laki. Karena karakter mukanya bakal kelihatan, tulang pipi rahangnya bakal kelihatan,” jelas Charles.

Jadi kalau bicara soal pencahayaan yang berasal dari flash akan berbeda-beda, apa yang mau dicapai. Bahkan, kata Charles, pencahayaan itu ada gaya-gayanya. Ia mencontohkan, ada gaya butterfly lighting. Pencahayaan ini membentuk efek kupu-kupu di daerah bawah hidung dan atas mulut.

“Itu nembak cahayanya ke depan cuma agak ke atas sedikit. Jadi, dia akan menciptakan shadow sedikit mirip kupu-kupu, makanya disebut butterfly atay Hollywood lighting.”

Namun, bagi yang baru belajar lighting, ia kembali menyarankan bahwa sudut cahaya 45 derajat dari model itu jadi pilihan tepat. Karena masa-masa belajar akan banyak bereksplorasi bagaimana menciptakan dimensi. “Dimensi itu tercipta dari shadow sama highlight.” 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru