real
        time web analytics

Dari Kami

Cara Perawat Pasang Infus yang Benar


TOPCAREER.ID – Bagi seorang petugas medis, baik dokter maupun perawat pasti sudah dibekali ilmu bagaimana memasang infus yang benar. Apalagi, memasang infus itu harus dilakukan sesuai standard operating procedure (SOP) yang sudah ditetapkan.

Tujuan pemasangan infus itu untuk memudahkan dokter dalam memasukkan cairan sari-sari makanan, penambahan darah, atau memasukkan antibiotik ke dalam tubuh pasien. Bagi perawat, sebelum memakaikan alat infus kepada pasien, membuat pasien tenang menjadi hal penting.

1. Buat Pasien Tenang

Pendekatan kepada pasien ini selain memberikan rasa tenang kepada pasien juga untuk mengetahui apakah si pasien sebelumnya pernah memiliki masalah dalam pemasangan infus. Beri tahu juga prosedur dalam pemasangan infus kepada si pasien.  

Jangan sampai membuat pasien panik atau tegang karena akan berpengaruh pada pembuluh darah yang menyempit.

2. Persiapkan Peralatan

Peralatan yang perlu disiapkan sebelum memasang infus, yakni jarum infus atau IV cath (jarum infus), kantong infus berisi cairan infus, sarung tangan higienis, alkohol, kasa atau perban, kapas, gunting, serta plester. Pastikan semua peralatan dalam keadaan steril, apalagi IV cath, serta infus set.

“Pada prinsipnya pemasangan infus itu menusukkan jarum IV cath. Jarum sama IV line itu musti steril jadi enggak boleh kesentuh sama benda yang enggak steril, prinsipnya itu. IV cath sebelum ditusukkan ke tubuh seseorang itu ya jangan ke mana-mana,” kata  Sri Fujiyati, seorang perawat di Rumah Sakit Jakarta kepada TopCareer.id.

3. Masukkan Jarum Infus ke Tubuh

Pertama cari dulu pembuluh vena yang akan dimasukkan infus, enggak main asal tusuk. Menurut Sri Fujiyati atau yang akrab disapa Puji ini, cari vena yang besar dan lurus, tidak bercabang, dan tidak berada pada pergelangan tangan. Usahakan, besar vena sesuai dengan ukuran IV cath.

“Semakin besar ukuran maka semakin pendek IV cath-nya. Misal kalau ukuran 24 itu untuk bayi, ada 22, 20, 18, itu semakin besar. Ukuran dewasa itu rata-rata di ukuran 20, atau bisa juga yang ukuran 22.”

Sebelum IV cath disuntikkan, pastikan juga permukaan kulit sudah diusap alkohol. Menurut Puji, pemakaian alkohol bisa memudahkan dalam penyuntikan IV cath karena pembuluh tampak melebar. Jangan lupa memakai sarung tangan yang steril.

Pasang tourniquet, yakni alat yang digunakan untuk menghentikan peredaran darah. Jangan mengikat tourniquet terlalu ketat karena bisa menyebabkan memar. Baru kemudian suntikkan IV cath ke vena yang telah dipilih. Lepas kembali tourniquetnya.

4. Siapkan Kantong Infus

Ambil tabung IV yang kemudian digantung di alat penggantung yang sudah tersedia. Pastikan posisi cairan infus menghadap ke atas. Kemudian perhatikan kantong IV, jangan sampai ada gelembung di dalamnya karena bisa berbahaya.

Selanjutnya masukkan saluran infus sampai terhubung ke kantong cairan infus. Atur kecepatan tetesan cairan infus. Gunakan plester pada ujung IV cath tapi tidak menyentuh area penusukan. Tutup dengan kasa betadin steril lalu tutup dengan kasa kering.

5. Buat Tangan Kembali Steril

Setelah proses pemasangan infus, letakkan kembali peralatan ke wadah peralatan benda medis. Kemudian lepas sarung tangan, dan pastikan tangan steril serta bersih kembali. Cuci tangan sesudah atau hendak menyentuh pasien.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru