real
        time web analytics

Dari Kami

CPNS 2018: Tenaga Pendidik Paling Dicari, Ada 122 Ribu Formasi


TOPCAREER.ID – Lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka untuk 238.015 formasi memenuhi 76 kementerian/lembaga untuk instansi pemerintah pusat, dan 525 pemerintah daerah (Pemda). Dari jumlah formasi itu, formasi tenaga pendidik paling banyak dicari, yakni 122.454 formasi.

Dari rilis Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyebut bahwa dari keseluruhan formasi tersebut, jabatan inti yang bakal diisi pelamar umum tersedia 24.817 formasi. 

Sementara itu, sebanyak 12.000 formasi tersedia sebagai guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di kabupaten/kota, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi. Adapun peruntukan instansi pemerintah daerah terdiri dari guru kelas dan mata pelajaran sebanyak 88.000 formasi, dan guru agama sebanyak 8.000 formasi. 

Lalu, tenaga kesehatan sebanyak 60.315 formasi, meliputi dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan tenaga medis/paramedis). Serta tenaga teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

“Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini adalah untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis yang saat ini masih kurang, antara lain tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita,” ujar Menteri PAN RB, Syafruddin dalam rilisnya.

Saat ini jumlah PNS sekitar 4,3 juta, dengan proporsi terbesar selain guru dan tenaga kesehatan adalah tenaga pelaksana/administratif sebesar 1,6 juta atau sekitar 38% dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sekitar 8,6%. 

Teknis pendaftaran CPNS dilakukan serentak secara online oleh Panitia Seleksi Nasional, dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui portal pendaftaran sscn.bkn.go.id. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.

Pada penerimaan CPNS tahun ini dibuka formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.  

Terkait dengan pelamar Diaspora, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa dengan pendidikan minimal Strata 2 (S2). Khusus untuk perekayasa, dapat dilamar dari lulusan Strata 1 (S1). “Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” ujar Syafruddin.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru