real
        time web analytics

Dari Kami

Dari Member Gym Bisa Jadi Instruktur


TOPCAREER.ID – Bermula dari seorang member gym yang jatuh cinta pada olahraga spinning, Margaretha Hayu Widyawati kini malah berprofesi sebagai instruktur olahraga sepeda statis itu sendiri. Bisa dibilang, cinta pertama yang bersambut. Bagaimana ceritanya yang semula hanya member, malah jadi instruktur?

Kisah itu bermula pada rasa penasarannya akan olahraga spinning. Meski, kala itu Ayu-sapaan akrabnya- mengaku bahwa ia sendiri tak bisa mengendarai sepeda roda dua. Namun, setelah mencoba sebagai member, seperti langsung klik. Ia mantap menetapkan hatinya pada spinning.

“Aku enggak bisa naik sepeda, tapi terus jadi member kan. Ngelihat kok ada olahraga sepedahan, kemudian dicoba. Kok lama-lama, enak ya, jadi rajin ikut. Aku waktu itu combine sama kelas body pump, tapi lebih klik sama kelas sepedanya. Sebenarnya ya sudah jatuh cinta,” kata Ayu sambil tersenyum saat diwawancarai TopCareer.id.

Singkat cerita, pada suatu hari, Gold’s Gym menggelar pembukaan training bagi member-nya yang ingin bergabung sebagai instruktur dari Gold’s Group Exercise (GGX). Daftarlah Ayu dalam program itu, dan setelah mengikuti tahap pertama dua hari traning, ia berhasil lolos.

Tak sampai di situ, ada tahapan selanjutnya yang mengharuskan para peserta ini kembali melakukan training demi memperdalam penguasaan materi saat mengajar. Tahap ini memakan waktu 4 bulan, hingga Ayu mengistilahkan sebagai “seleksi alam” lantaran peserta yang tak kuat akan gugur dengan sendiriya.

“Seleksinya itu seleksi alam karena prosesnya lama, 4 bulan ikutin mentor ke mana-mana. Mereka (peserta training) ada yang ngerasa capek, ngerasa bosan, jenuh. Merasa kok kayaknya enggak improve-improve nih, jadi mereka malah gugur. Itu banyak banget,” ujar Ayu.

Selama 4 bulan training itu akan belajar bagaimana coaching yang baik, intonasi suara seperti apa yang bisa didengar oleh member, yang pada intinya enggak asal bisa teknik latihan saja.

Ayu menjabarkan, kala belajar coaching itu ada tahap di mana instruktur akan memberikan arahan awal kepada para member-nya. Arahan itu, misal melakukan set up sepeda serta posisi badan yang baik saat melakukan spinning.

Coaching itu jadi kayak kasih tahu ke member, trek satu yang mau dilakukan apa-apa aja, bebannya ada di mana, nanti pace kakinya seperti apa, nanti posisi tubuhnya seperti apa, atur napasnya bagaimana. Harus bisa juga ngasih semangat,” tutur Ayu.

Dan itu, tambah Ayu, harus diajarkan setiap layer-nya. Ayu mencontohkan, layer satu itu tentang teknik dan beban. “Layer dua posisi badan dan apa yang dia rasakan di kakinya, layer tiga motivasi, itu kami pelajarin semua.”

Cerita Ayu seperti membentuk motivasi sendiri bagi para member bahwa passion dan kecintaan akan sesuatu bisa membuat seseorang berhasil di bidang yang dicintai. Jadi, body goals yang sekadar kurus dan berbentuk, bukan lagi masalah besar jika memang punya semangat serta motivasi yang tinggi untuk meraihnya.  

0 Comments

Lowongan Terbaru