real
        time web analytics

Dari Kami

Data Scientist Jadi Profesi Paling Dicari


TOPCAREER.ID – Kecanggihan teknologi ikut mengubah beberapa aspek, termasuk soal kebutuhan akan data yang nantinya digunakan untuk kepentingan beragam hal. Kebutuhan akan akses data yang besar itu pun lantas memunculkan banyak permintaan akan ahli-ahli di bidang tersebut.

Apalagi pengelolaan data tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, diperlukan ilmu yang benar-benar mampu meng-cover ketepatan pengolahan data, terlebih dalam skala besar.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani pun setuju bahwa Indonesia harus mampu menggunakan data dengan tepat guna.

Menurut Semuel, saat ini pengolahan data di Indonesia belum maksimal karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu dan mumpuni dalam menjalankan tugas tersebut dengan baik.

Sementara itu, Managing Director Algoritma, Nayoko Wicaksono menyampaikan bahwa saat ini para data scientist, yakni orang-orang yang memang ahli dalam mengolah data ini sangat dibutuhkan oleh industri, namun ketersediaannya masih jauh dari cukup.

Kurang banyak supply orang-orang yang bisa memberikan skill ini. Nah data science mungkin ujung-ujungnya misal salah satunya memberikan sistem prediksi ke depan. Bagaimana data-data yang sudah ada bisa memprediksi bagi decision maker ke depannya,” kata Nayoko kepada TopCareer.id.

Nayoko mencontohkan dari pengolahan data yang tepat, misalnya seorang konsumer e-commerce bisa mendapatkan rekomendasi barang-barang yang relevan. Atau, lanjut dia, pengguna bank bisa mendapatkan produk-produk bank yang lebih relevan.

Jadi misalnya saya enggak butuh KTA, saya enggak akan diteleponin KTA tiap hari.”

Menurut dia, nantinya hampir semua industri akan sangat membutuhkan para SDM data scientist ini. Peluang berkarier sebagai data scientist pun akan terbuka lebar di masa depan. Tinggal bagaimana seseorang bisa mempelajari ilmu ini secara tepat dan cepat.

Nayoko menambahkan, dalam hal ini Algoritma ingin mengisi kekosongan antara permintaan dan persediaan data scientist di Indonesia. Apalagi jika maksudnya untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan iklim kerja berdasarkan data.

Kami lebih membuat student kami itu bisa employable. Kesulitannya sekarang itu mencari expert di data scientist, belum sampai ke level sana. Tapi even getting orang yang employable itu susah sekali, orang yang bisa dipekerjakan. Kami mau orang-orang ini bisa dipekerjakan,” papar Nayoko.

Memang sebenarnya, lanjut dia, SDM dalam pengolahan data di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru, seperti data analyst yang memang profesinya sudah eksis sejak dulu. Namun, lagi-lagi Nayoko menekankan bahwa saat ini permintaannya sangat banyak.

Biasanya graduate dari data science akan jadi data scientist misalnya. Mereka bisa di tim business intelegent, bisa di tim engineering. Mereka akan bantu produk-produk company tersebut lebih improve,” ujar Nayoko.

Algoritma memberikan pelatihan data science disertai dengan contoh dan aplikasi yang sebenarnya di dunia kerja, dukungan pengembangan karier, jaringan korporat dan komunitas, serta bantuan dari mentor yang ahli di bidangnya masing-masing.

0 Comments

Lowongan Terbaru