real
        time web analytics

Dari Kami

Drone Rusak Akibat Jatuh Bisa Pulih 90 Persen


TOPCAREER.ID – Kesalahan pilot drone kadang bisa bikin pesawatnya jatuh sampai-sampai kondisi pesawat rusak, hingga tak berfungsi. Tapi, kerusakan itu bisa diperbaiki lho dengan melakukan servis di tempat khusus drone. Bahkan, drone yang rusak karena jatuh bisa pulih sampai 90 persen. 

Meski sudah jatuh dari ketinggian, masih ada kemungkinan drone tersebut berfungsi seperti semula jika diperbaiki secara tepat. Gtech Drone, salah satu e-commerce yang fokusnya menyediakan kebutuhan seputar pesawat tanpa awak, juga melayani jasa perbaikan drone.

Menurut Randi, salah satu admin G-Tech Drone, untuk kasus drone jatuh lantaran kesalahan pilot, maka akan dicek seberapa besar kemungkinan drone tersebut bisa berfungsi kembali. Itu semua tergantung pada seberapa parah kerusakan drone dan bagian mana saja yang perlu diganti.

“Kalau jatuh bisa diperbaiki, kemungkinan sampai benar lagi bisa 90 persen cuma enggak maksimal. Enggak seperti saat pertama (beli). Ya kan part-nya diganti jadi berbeda. Drone kan dari pabrikan, kalau udah kami bongkar ya segel DJI (merek drone) udah enggak sempurna lah,” kata Randi kepada TopCareer.id.

Randi menyatakan biasanya setelah jatuh, bagian dari drone yang akan sering rusak adalah pada kamera sehingga bagian ini yang akan pertama dicek. Tak jarang, kamera rusak bisa diganti dengan kamera yang baru agar drone bisa berfungsi seperti semula.

Sementara, jika body yang rusak, Randi mengaku timnya akan mengecek terlebih dulu kira-kira bagian mana yang bisa diperbaiki dengan part yang ada. Jika bagian tersebut rusak parah, kemungkinan akan dilakukan penggantian. Namun, kembali kepada customer apakah setuju dengan pembelian suku cadang.

Harga Servis Drone

Bagaimana terkait biaya perbaikannya? Randi mengaku kalau soal biaya itu semua bergantung pada kerusakan si drone, dan bagian mana yang perlu diganti atau diperbaiki. Namun, ia memastikan bahwa biaya perbaikan terlepas dari pembelian suku cadang dikenakan Rp200 ribu.

“Kalau servis tergantung. Kalau yang paling mahal itu ganti kamera, ganti board, body juga lumayan mahal. Semua harga part-nya ada di web (gtechdrone.com), sama paling ditambah Rp200 ribu, jasa pasang, jasa repair,” ujar Randi saat dihubungi via telepon.

Jadi, kalau mengganti bagian rusak dengan membeli suku cadang lain seharga Rp500 ribu, akan ditambah biaya jasa servis sebesar Rp200 ribu, maka customer dikenakan biaya estimasi keseluruhan Rp700 ribu.

Waktu Servis Drone

Randi menyatakan, soal estimasi waktu pengerjaan servis drone, bergantung pada ketersediaan suku cadang yang hendak diganti. Gtech Drone sendiri menyediakan barang atau suku cadang untuk beberapa merek seperti DJI, Yuneec, Xiro, dan Syma. Selain merek-merek itu, pihaknya tak bisa memberikan jaminan bisa melakukan servis.  

“Benerin sih enggak lama, biasa repair itu paling seminggu paling lama. Lama itu biasanya nunggu part yang datang. Ada part yang enggak ready di kami atau part yang langka. Kalau yang udah ready ya paling 2 atau 3 hari selesai,” ucap Randi.

Tak jarang, tambah Randi, part yang langka diperoleh harus dibeli langsung dari Cina atau beli di Indonesia melalui pembelian online.

Selain faktor suku cadang, banyaknya permintaan servis dalam satu hari tersebut juga berpengaruh pada lama waktu servis. Dalam satu hari, Gtech Drone biasa terima 3-5 permintaan jasa servis, bahkan kalau ramai sampai 7 permintaan.

“Kalau sepi bisa satu hari selesai servis, tapi kalau dia (customer) perlu prioritas bisa satu hari selesai. Tapi tergantung kalau lagi ramai enggak bisa satu hari. Tergantung kerusakannya, tergantung keramaiannya juga.”

Malah, ada kalanya Gtech Drone menerima permintaan servis dari luar Jakarta, bahkan dari luar Jawa seperti Kalimantan. Jadi, kadang tak memberi jaminan bisa selesai dalam waktu yang cepat.

0 Comments

Lowongan Terbaru