real
        time web analytics

Dari Kami

Empat Alasan Ilmiah Kerja Fleksibel Jadi Jalan Masa Depan


Ilustrasi.

TOPCAREER.ID – Perusahaan bakal menawarkan beberapa hal menarik untuk karyawan agar mencapai kerja yang produktif, salah satunya lewat sistem kerja yang lebih fleksibel. Penelitian menunjukkan kerja yang fleksibel membuat karyawan berkinerja baik, tanpa menghabiskan biaya yang tinggi. 

Bekerja secara remote atau fleksibel dinilai menjadi jalan yang baik untuk perusahaan dan karyawan di masa depan, berikut beberapa alasannya dilansir dari laman Enterpreneur.

1. Produktivitas Lebih Baik

Para peneliti percaya bahwa karyawan yang bekerja fleksibel lebih efektif karena mereka menghargai fleksibilitas dan kemudahan yang ditawarkan, yang membuat mereka lebih bersemangat untuk menyelesaikan tugas mereka. 

Penelitian oleh University of Melbourne dan Lembaga Penelitian Pekerjaan Selandia Baru menemukan bahwa karyawan yang bekerja di rumah satu sampai tiga hari seminggu lebih produktif daripada mereka yang sama sekali tidak melakukan telework. Para peneliti mensurvei lebih dari 1.800 karyawan, 100 manajer dan 50 bisnis di Selandia Baru dan Australia untuk mencapai kesimpulan ini. 

“Studi kami menegaskan bahwa kerja yang fleksibel adalah cara bagi manajer untuk berinvestasi dalam kesejahteraan pekerja mereka, meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan mempertahankan pekerja berbakat,” kata Rachelle Bosua dari University of Melbourne. 

2. Pekerja Lebih Sehat

Sebagian besar pekerjaan kantor bersifat tidak aktif dan membuat karyawan tetap duduk di meja selama berjam-jam. Bahkan jika kursi kantor nyaman atau beban kerja tidak membuat Anda istirahat, periode duduk yang berkepanjangan ini berdampak pada kesehatan. 

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 8.000 orang dewasa yang diterbitkan pada Oktober 2017 di Annals of Internal Medicine bahkan mengaitkan duduk berlebihan dengan peningkatan risiko kematian dini. Para peneliti juga menawarkan saran yang sehat, yakni mereka yang beristirahat dari duduk setiap setengah jam memiliki risiko kematian dini yang paling rendah. 

“Kami pikir pedoman yang lebih spesifik bisa membaca sesuatu seperti, 'Untuk setiap 30 menit berturut-turut duduk, berdiri dan bergerak/berjalan selama lima menit dengan langkah cepat untuk mengurangi risiko kesehatan dari duduk,” kata Keith Diaz, penulis utama studi dan ilmuwan riset asosiasi di Departemen Kedokteran Universitas Columbia.

3. Peningkatan Kepuasan Pegawai

Perusahaan melakukan yang terbaik untuk menyediakan lingkungan kerja yang bahagia bagi karyawan mereka, tetapi apa yang bisa membuat mereka lebih bahagia daripada bekerja dari rumah? 

Dalam sebuah survei terhadap 3.478 karyawan yang dilakukan oleh Leadership IQ, hanya 24 persen pekerja kantor yang mengatakan bahwa mereka menyukai pekerjaan mereka, dibandingkan dengan 45 persen pekerja yang telecommute (fleksibel). Bukan hanya karena lingkungan yang akrab dan tingkat kenyamanan yang meningkat juga. 

“Saya berharap data ini membantu menghilangkan stereotip yang bekerja dari rumah (telecommuting) berarti duduk dengan piyama, menonton televisi, mencuci pakaian, dan hanya sesekali bekerja,” kata Pendiri Leadership IQ, Mark Murphy.

“Untuk bekerja dari jarak jauh dan menyukainya, perlu berjuang lebih keras dan bekerja lebih lama. Sementara itu jelas bukan untuk semua orang, sifat-sifat itu jauh dari stereotip negatif yang sering kita dengar.”

4. Mengurangi Biaya

Membeli atau menyewa ruang kantor dapat sangat menguras kas perusahaan, di mana pekerjaan jarak jauh dapat membantu mencegah kerugian. Pada tahun 2009, Cisco mengungkapkan temuan Teleworker Survey, sebuah studi mendalam terhadap hampir 2.000 karyawan perusahaan. 

Hal ini menunjukkan bahwa Cisco Internet Business Services Group, badan konsultasi strategis global perusahaan, Cisco menghasilkan penghematan tahunan hingga kira-kira USD277 juta dalam produktivitas hanya dengan memungkinkan karyawan melakukan telecommute dan telework.

 

0 Comments

Lowongan Terbaru