real
        time web analytics

Dari Kami

Enaknya Jadi Make Up Artist, Bebas Atur Jam Kerja


Make up artist, Arty Ardiwinata (berbaju hitam) tengah berbincang dengan kliennya (oranye).

TOPCAREER.ID – Salah satu keuntungan menjadi make up artist yang bakal didapat, yakni bebas mengatur sendiri waktu kerjanya. Jam kerja make up artist sebagai entrepreneur hanya akan berkaitan memenuhi janji para klien. Waktu kerja bisa dimulai kapan saja, subuh atau bahkan malam hari.

Seorang make up artist yang sudah sepuluh tahun bergelut dalam bidang ini, Arty Ardiwinata menuturkan, ia yang kerap diminta medandani pengantin ini sering sekali memulai pekerjaan sejak pukul 4 pagi.

“Jam kerjanya itu kami sendiri yang atur. Untuk wedding, make up-nya jam 4, jam 7 udah selesai. Jadi, orang baru bangun, kami sudah beres. Biasanya wedding internasional, bukan adat, akan ada lanjutan party-nya malam. Jadi, nanti saya akan datang lagi jam 3 atau 4 sore,” kata Arty saat ditemui TopCareer.id.

Arty menambahkan, itu baru satu klien dalam satu hari. Pasalnya yang kerap terjadi, tak hanya satu klien yang bisa ia tangani dalam sehari. Untuk itu, selain skill dalam merias wajah, kemampuan untuk mengatur waktu sangat dibutuhkan oleh seorang make up artist.

Ia bercerita, ada kalanya ketika selesai make up pengantin pukul 7 pagi, ada klien lain yang meminta untuk dirias pukul 8 pagi. Keputusan itu, kata Arty, akan kembali lagi pada jadwal dan kemampuan mengatur waktu yang baik.

“Salah sedikit dalam manajemen waktu akan fatal karena menyangkut pestanya orang, si klien. Kesehatan juga penting, enggak mungkin pas hari H saya enggak bisa penuhi janji karena sakit. Atau setidaknya harus ada plan A plan B-nya,” ujar Arty.

Terkait durasi atau lama waktu merias wajah dalam acara wedding, Arty mengatakan biasanya untuk seorang pengantin perempuan menghabiskan waktu hingga 3 jam. Tiga jam itu fokus untuk merias pengantin perempuan saja.

Sedangkan make up untuk keluarga pengantin, ada tim lainnya yang menangani sendiri. Dalam 3 jam mendandani pengantin itu, Arty mengaku dibantu oleh seorang asisten, juga bekerja sama dengan penata rambut.

Berbeda lagi dengan pre wedding, yang butuh meluangkan waktu seharian untuk mengikuti klien ke lokasi foto. Namun, durasi merias tak banyak membutuhkan waktu lama, seperti saat acara pernikahannya.

“Kalau pre wedding itu periasnya harus stand by di luar. Misal fotonya di pantai, ya kami juga ikut touch up di situ. Kalau lama meriasnya paling satu jam sih karena untuk foto enggak terlalu detail kayak di wedding,” ucap Arty.

Selain menangani acara pernikahan, Arty juga kerap diminta merias model untuk photoshoot majalah atau fashion katalog. Biasanya pemotretan dilakukan pada hari-hari kerja. Arty juga bakal meluangkan waktu hingga seharian untuk proyek photoshoot ini.

“Kalau majalah itu enggak bisa limit waktu karena kan menyangkut beberapa pihak, ada fotografer, ada stylist, model. Kalau make up model cepat karena model itu struktur wajah sudah oke. Kedua, kami enggak harus mendengarkan keinginan model, tapi melihat tema pemotretan.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru