real
        time web analytics

Dari Kami

Fakta Terkait Gamer Profesional


TOPCAREER.ID – Doyan main game terus dibayar. Wuih itu mungkin impian dari para gamer. Tapi tahukah kamu beberapa fakta seputar gamer profesional?

Berprofesi sebagai gamer profesional, atau mungkin sekarang juga familier disebut sebagai atlet eSports, tidak disangkal kebanyakan orang awam masih lekat dengan imej yakni profesi yang mudah dijalankan, tinggal main game lalu mendapatkan uang banyak.

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu dan paham bahwasanya sebagai seorang gamer profesional juga membutuhkan banyak kerja keras dan determinasi kuat di dalamnya. Salah satunya siap menghabiskan banyak waktu untuk menjalani latihan intensif.

Misalnya seperti latihan intensif yang dilakoni oleh para pemain yang tergabung dalam Team Liquid, sebuah tim League of Legends profesional, yang mana disebutkan berlatih selama minimal 50 jam per minggu. Waktu latihan yang tidak sedikit ini, salah satunya bertujuan untuk tetap mengasah mental selain tentunya mengasah kemampuan.

“Menjadi seorang pro itu harus disiplin waktu, agar tetap kompetitif dengan tim pro lainnya, Anda tidak bisa berhenti bermain,” ungkap Diego “Quas” Ruiz, salah satu anggota tim Liquid seperti dilansir Businessinsider.

Bisa menjadi seorang atlet atau pemain yang unggul di League of Legends, permainan video kompetitif paling populer di dunia disebutkan bukanlah hal yang mudah. Sebab hanya beberapa orang terpilih yang dapat menangani rejimen tingkat pro yang diperlukan, sekaligus untuk mendapatkan pengetahuan permainan yang luas dan keterampilan mekanik elit dan refleks untuk bersaing dengan pemain lainnya.

Untuk mencapai kesempurnaan, maka tak heran para pemain bisa berlatih selama 8 jam sehari, berlatih melawan tim-tim tingkat pro dan challenger lainnya. Tidak cukup berlatih bersama, masih juga harus ditambah dengan sesi berlatih seorang diri setiap harinya.

Mengingat begitu banyak waktu yang diinvestasikan untuk berlatih setiap harinya, untuk urusan mengisi perut pun para gamers ini tidak bisa menikmati waktu luang untuk sekedar bersantap di restoran. Untuk makan siang dan makan malam, yang namanya gamer biasanya akan membeli makanan di restoran dengan sistem takeaway atau dibawa pulang.

Sesampainya di rumah atau tempat latihan, hidangan makan siang ataupun makan malam ini disantap sambil mendiskusikan strategi permainan dan meninjau video pertandingan sebelumnya dengan pelatih dan analis tim.

Saat diberi waktu istirahat, beberapa pemain biasanya memanfaatkan waktu untuk menghubungi keluarga atau berkumpul sejenak bersama teman atau kekasih. Bisa juga dimanfaatkan untuk ‘bekerja’ yakni membuat video untuk para pihak sponsor.

Tapi tidak sedikit pula yang memilih untuk kembali bermain game, yang biasanya berganti-ganti beberapa bulan sekali untuk bisa mengenalkan strategi baru dari pemain kepada pelatih.

Tidak hanya waktu makan yang dikorbankan, begitupun waktu untuk tidur. Para gamer profesional ini biasanya hanya tidur kurang dari enam jam sehari, seperti yang dilakukan oleh Chae “Piglet” Gwan-jin dan Kim “Fenix” Jae-hun, yang hanya tidur selama empat jam di malam hari dan berlatih selama 12 hingga 14 jam seharinya.

Walaupun sudah masuk “off-season” dari Agustus hingga Desember, para pemain masih berlatih tanpa henti. Bahkan istirahat satu bulan sejatinya dapat begitu berpengaruh tidak baik untuk kemampuan bermain para atlet ini.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Skills