real
        time web analytics

Dari Kami

Foto Portrait Bikin Gaya Makin Bokeh


Foto: Charles Widjaja

TOPCAREER.ID – Teknik fotografi portrait bisa bikin foto bokeh makin kelihatan keren dan semakin bokeh tentunya. Profesional fotografer portrait biasanya punya kamera dengan lensa andalan biar bisa menciptakan hasil foto portrait yang sangat berdimensi. 

Charles Widjaja, seorang fotografer model menyampaikan bahwa dalam foto portrait penggunaan lensa sangat berpengaruh demi membuat subjek foto lebih menonjol dan tajam daripada background-nya. Ia memberi contoh, lensa tele bisa sangat berfungsi baik mengambil ketajaman foto portrait.

Foto Portrait

Sebelum masuk ke kamera yang pas untuk foto portrait, ada baiknya kenalan dulu dengan portrait itu sendiri. Foto portrait itu mampu menciptakan ketajaman wajah seseorang tanpa memedulikan background atau latar foto. 

“Kalau kita melihat foto-foto National Geographic misal orangtua keriput dan diekspose itu foto portrait. Kalau ngomong lagi foto yang buat iklan kecantikan, itu portrait tapi beauty,” kata Charles Widjaja kepada TopCareer.id

Biasanya background pada foto portrait tampak blur atau benar-benar hanya gelap dan terang saja karena memang tujuan yang ingin ditonjolkan adalah detail dari subjek foto tersebut. Menurut Charles, pada umumnya memang foto portrait lebih kepada menonjolkan pribadi seseorang.

Namun, foto portrait pun akan berbeda di tiap kebutuhan, begitupun cara pengambilannya. Portrait untuk kebutuhan iklan kecantikan tentu akan berbeda dengan portrait foto human interest. Sisi apa yang paling ingin diotonjolkan dari foto tersebut, pesan apa yang ingin disampaikan tergantung kebutuhannya. 

“Misal, yang satu biar kelihatan make up-nya cantik, pakai lighting yang tidak punya shadow. Kemudian yang satu lightingnya keras supaya orang tua itu kelihatan keriputnya lebih jelas karena butuhnya detil bukan cantik,” ujar Charles. 

Lensa yang tepat

Lantaran foto portrait membutuhkan depth of field (ruang ketajaman) yang sempit, maka membutuhkan kamera dengan lensa yang punya bukaan (aperture) besar. Dalam foto portrait, background bukanlah hal penting yang perlu diambil, sifatnya hanya penunjang saja sehingga butuh lensa dengan medium range 50-85mm.

“Ketika foto portrait itu fotografer lebih suka mengisolasi, dalam arti mengisolasi modelnya saja. Saya enggak butuh background, artinya saya butuh tele lensa. Oh ada backgroundnya cuma bentuknya blur, makanya saya butuh bukaan besar.”

Aperture besar biasanya ditandai dengan angka yang kecil. Untuk foto portrait, Charles juga menyebut lensa yang bisa dipakai, yakni lensa dengan bukaan 50 f/1.4 atau 50 f 1/8 atau 85 f/1.4. Aparture besar akan membuat depth of field semakin sempit, itu yang biasa digunakan dalam foto portrait dengan teknik bokeh. 

“Lensa yang saya punya biasanya, itu selalu awalnya lensa di range 35 full frame kurang lebih, di 24 atau 35 full frame sama 85 full frame. Itu adalah lensa standar, lensa wajib untuk saya foto portrait untuk foto model,” papar Charles.

Charles menyampaikan untuk pemula bisa gunakan lensa 35-85mm. Charles menyarankan untuk gunakan gear kamera yang sudah ada, namun biasanya bisa mencari lensa yang sepadan dengan 50 mm full frame. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru