real
        time web analytics

Dari Kami

Fotografer yang Kejar Target Lebih Pilih Format JPEG daripada RAW


TOPCAREER.ID – Fotografer yang suka kejar target bakal memilih format foto JPEG daripada RAW. Seperti fotografer model, atau fotografer wedding yang selalu dikejar oleh permintaan klien. Format JPEG dinilai lebih simple dan cepat jika memerlukan proses editing

Mungkin kamu perlu tahu dulu apa beda format JPEG dan RAW, sebelum lebih jauh paham alasan kenapa fotografer yang kejar setoran lebih suka pakai format JPEG. 

Beda format JPEG dan RAW

Menurut seorang fotografer model, Charles Widjaja,  RAW itu merupakan foto mentah. Artinya foto yang harus diolah dulu hingga kemudian bisa dilihat dan dicetak.

Banyak sekali data yang tersimpan dalam format RAW ini lantaran memiliki megapixel yang besar, dengan data miliaran warna. Misal, warna merah di format RAW milik Nikon akan bebeda dengan warna merah format RAW milik Canon.  

Dan setiap pabrikan kamera memiliki format RAW-nya masing-masing sehingga tidak didukung oleh semua software. Ibaratnya RAW itu seperti format eksklusif.

Tapi kalau untuk pemula bisa sangat berharga lantaran memiliki banyak data yang bisa diedit dengan banyak gaya. 

“Pemula lebih enak itu (RAW). Ketika foto punya data banyak, warna banyak, ketika diedit macam-macam, foto itu enggak akan rusak,” ucap Charles kepada TopCareer.id.

Ketika format RAW merupakan format mentah dengan banyak data tersemat di dalamnya serta miliaran warna dan megapixel yang besar, maka dalam format JPEG, semua data itu akan dikurangi atau didegradasi. JPEG itu merupakan foto yang sudah jadi yang siap ditampilkan dan siap cetak. 

“JPEG istilahnya sudah jadi, merahnya ya merah itu, hijaunya ya hijau itu. Kalau format RAW, dalam satu foto, kami punya data, warna hijau, hijau dalam hijau luar beda sedikit, yang kita edit itu data.”

Format JPEG yang lebih dipilih

“Kenapa saya lebih memilih jadi JPEG shooter? Pertama karena storage,” ujar Charles.

Ia menyampaikan bukan berarti dia anti format RAW. Ia menggunakan format RAW jika memang benar-benar dibutuhkan, misal untuk cetak foto dengan ukuran yang sangat besar hingga 1x2 meter. 

Ketika format RAW menyimpan data yang banyak, seperti megapixel yang besar, artinya harus menyediakan lebih banyak storage, punya penyimpanan banyak. Ukuran file akan besar, jadi rasanya sulit jika fotografer wedding yang sehari bisa shoot 1.000 foto kemudian memakai format RAW yang harus menyediakan banyak storage

Faktor kedua, kenapa fotografer wedding lebih memilih format JPEG, Charles menjawab dari 500-600 foto yang dihasikan atau malah bisa seribu foto dalam sehari, kemudian harus memilih mana yang perlu diedit, format JPEG akan lebih mudah dibuka dalam software Photoshop.

“RAW itu kan besar filenya, kalau buka satu di Photoshop aja lamanya minta ampun. Enggak bisa langsung. Saya enggak mau buang-buang waktu. Kalau foto wedding berpikirnya bisa ngedit, mati deh. Fotografer wedding biasanya JPEG,” papar Charles. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru