real
        time web analytics

Dari Kami

Gaji Dipotong Karena Kurang Gerak


TOPCAREER.ID – Kurang gerak bisa memicu timbulnya masalah kesehatan bagi pekerja kantoran. Sebuah perusahaan pun melakukan cara ekstrem untuk membuat pekerjanya lebih aktif bergerak yakni dengan memberikan denda.

Denda untuk pegawai yang kurang berjalan diberikan oleh sebuah firma real estate di Guangzhou, China. Perusahaan itu menjadi sorotan karena kebijakannya yang memotong gaji karyawan yang kurang bergerak. Setiap pekerja diwajibkan berjalan minimal 180 ribu langkah per bulan. Jika kurang, mereka harus membayar 0,01 yuan untuk setiap langkah yang tidak dilakukan. Hal ini banyak menuai kritik karena dianggap berlebihan.

Belakangan, berjalan seolah jadi tren di China. Asuransi kesehatan bahkan menggunakan aplikasi untuk menghitung berapa langkah pelanggannya berjalan. Jika mencapai target, mereka bisa dapat berbagai tawaran diskon. Cara ini pun diadaptasi sebuah perusahaan swasta.

"Sangat sakit. Tugas per bulan kami adalah 180 ribu langkah. Menurut penghitungan 30 hari per bulan, rata-rata per bulan adalah 6 ribu per hari. Itu sepertinya tidak banyak, tapi itu jadi masalah besar untukku," kata seorang pekerja bernama Xiao C yang gajinya dikurangi 100 yuan karena kurang bergerak dilansir Oddity Central.

Ternyata hal ini tidak bisa diterapkan kepada semua orang. Xiao mengaku jika ia kurang gerak bukan karena malas namun keadaan. Perusahaan tersebut dikatakan dekat dari stasiun sehingga ia tidak banyak kesempatan berjalan. Apalagi pekerjaan Xiao juga lebih banyak dilakukan di meja.

"Aku bisa mengerti perusahaan berharap pegawai bisa lebih banyak berolahraga dan menjadi lebih sehat tapi kami tidak bisa berjalan ketika jam kerja dan kami harus bekerja lembur. Setelah pulang kerja dan makan malam, waktu sudah lebih dari pukul sembilan. Harus berjalan untuk mencapai kuota menjadi beban bagiku, itu mempengaruhi jadwal tidurku," kata Xiao.

Karena hal ini, banyak pekerja yang berusaha membohongi aplikasi penghitung langkah. Tapi Xiao tidak bisa melakukannya karena pasti bos akan mengetahuinya. Cerita ini pun jadi viral di media sosial dan mendapat berbagai respon negatif dari para netizen. "Perusahaan ini hanya cari alasan untuk mengurangi gaji pegawai," tulis seorang netizen di Weibo.

0 Comments