real
        time web analytics

Dari Kami

Gen Z Lebih Suka Belanja di Sosmed dan Bayar Cash


TOPCAREER.ID – Meskipun generasi milenial dan Z sangat menggilai belanja online, namun pembayaran secara tunai agaknya masih menjadi raja dalam hal ini. Para Centennial (generasi Z), dalam sebuah studi,  juga akan sering melakukan belanja online melalaui media sosial. 

Konsep cashless society belum sepenuhnya diambil generasi Z di 6 negara yang disurvei, menurut penelitian baru 'Here Comes the Centennial: Southeast Asia's New Generation of Shoppers'. Sebanyak 56 persen responden masih suka membayar tunai dalam setiap pembelanjaan mereka.

Penelitian yang dilakukan bersama oleh Dentsu Aegis Network dan Econsultancy, juga menemukan generasi pembeli online menikmati berbagai metode pembayaran. Tapi, 43 persen dari Centennials (generasi Z) akan segera meninggalkan pembelian mereka karena pilihan pembayaran yang mereka sukai tidak tersedia.

Centennials juga menggunakan platform media sosial secara berbeda dibandingkan dengan generasi milenial. Aplikasi media sosial (47 persen) seperti Facebook, dan juga Instagram tempat paling populer kedua bagi mereka untuk berbelanja.

Hampir setengah dari responden survei (49 persen) juga beralih ke media sosial ketika mereka meneliti atau mencaritahu informasi lebih lanjut tentang barang yang akan mereka beli nantinya, daripada meminta teman (45 persen) dan keluarga (27 persen).

Studi ini menyebutkan jika brand atau image suatu merek bukan lagi hal prioritas bagi generasi Z. Karena hanya 11 persen gen Z menyebut brand bergengsi atau terkenal sebagai salah satu dari tiga atribut teratas ketika memilih tempat untuk berbelanja online. Ini berarti pengecer harus lebih memperhatikan pengalaman merek end-to-end.

“Semua mata tertuju pada Asia Tenggara sebagai pusat konsumen dunia berikutnya, dengan populasi kaum muda dan daya beli yang meningkat. Hampir 280 juta Centennials - konsumen masa depan - sebut kawasan ini sebagai rumah,” kata Nick Waters, kepala eksekutif Dentsu Aegis Network Asia Pacific.

Dalam laman The Drum, Nick mengatakan bahwa pihaknya melihat potensi luar biasa untuk pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara. Penelitian terbaru itu membantu pihaknya memahami apa yang penting bagi para konsumen di masa depan untuk lanskap ritel Asia Tenggara. 

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru