real
        time web analytics

Dari Kami

Gesture Tangan Pengaruhi Tinggi Badan Saat Public Speaking


TOPCAREER.ID – Percaya atau tidak gesture tangan yang dilakukan ketika public speaking, bisa menandakan elemen penting, seperti dominasi. Bahkan bisa mengubah persepsi orang tentang tinggi badan, membuatmu tampak beberapa inci lebih tinggi atau lebih pendek. 

Hal itu berdasarkan  serangkain studi terbaru dari Markus Koppensteiner di Universitas Wina yang menguji cara orang berbicara dengan melakukan gesture tangan. Hasilnya pun luar biasa, salah satunya adalah orang yang berbicara dengan gesture tangan menunjukkan kepribadian extraversion. 

Meskipun beberapa sifat, seperti kesungguhan, tampaknya sulit untuk dilihat dari gerakan tangan, tetapi yang lainnya terlihat jelas. Ekstraversion misal, tampaknya lebih terkait dengan gesture tangan secara keseluruhan, sambil disela dengan jeda waktu hening yang singkat.

Sementara itu, pengaruh dari gesture tangan saat publik speaking tampaknya berasal dari skala gerakan vertikal, apakah tanganmu membentang  dari tingkat podium, misal di ketinggian bahu. Orang-orang yang secara teratur membuat gerakan-gerakan ekspansif ini cenderung dinilai kurang menyenangkan, tetapi lebih dominan. 

“Ini adalah hasil yang sangat konsisten, di banyak makalah saya,” kata Koppensteiner dalam laman BBC.

Pengaruhi tinggi badan?

Selain mengubah persepsi akan dominasi, gerakan tangan vertikal yang ekspansif juga mengubah perkiraan tinggi fisik pembicara. 

“Orang-orang kebanyakan terkesan dengan tinggi sebenarnya dari figure yang melekat, tetapi jika mereka menggerakkan lengan mereka ke atas dan ke bawah dengan penuh semangat, dan dengan banyak gerakan tangan yang luas, kamu tampaknya dinilai lebih tinggi,” ujar Koppensteiner.

Mekanisme psikologisnya kurang  jelas. Karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang yang lebih tinggi secara alami dianggap sebagai pemimpin yang lebih baik. Mungkin gerakan tersebut menciptakan semacam ilusi visual untuk meningkatkan tinggi badan, dan kemudian berkontribusi terhadap persepsi dominasi yang lebih besar. 

“Kami tahu bahwa jika orang berada dalam posisi status tinggi, mereka terlihat lebih tinggi," kata Koppensteiner.

Ia mencontohkan, orang sering melebih-lebihkan ketinggian Tom Cruise, meskipun itu bisa disebabkan oleh kerja kamera yang cerdas. Itu juga bisa datang dari cara dia memproyeksikan kepercayaan dirinya.

Hasil Koppensteiner tampaknya mendukung kesimpulan dari studi yang kurang formal. Penulis dan pelatih bahasa tubuh Vanessa Van Edwards, misalnya, telah menganalisis ratusan pembicaraan TED untuk memahami mengapa beberapa pembicaraan menjadi viral sementara yang lain tenggelam 

Dia menemukan bahwa video yang paling sukses, yakni yang mengandung gerakan tangan hampir dua kali lebih banyak (465 dibandingkan dengan 272). Dan sejalan dengan penelitian Koppensteiner, jumlah gerakan yang luas juga memprediksi peringkat pemirsa tentang kharisma dan kompetensi pembicara.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru