real
        time web analytics

Dari Kami

GIF, Emoji, dan Stiker Bisa Digunakan untuk Strategi Marketing?


TOPCAREER.ID – Graphics Interchange Format (GIF), emoji dan stiker di platform media sosial sering dimanfaatkan para pengguna untuk mewakili emosi mereka yang disalurkan lewat percakapan digital. Namun bagaimana jika pemakaiannya digunakan oleh brand untuk strategi marketing tingkatkan engagement (keterlibatan)?

Head of Revenue GIPHY, Alex Magnin mengatakanm perusahaan telah melihat pertumbuhan signifikan dalam konten visual bentuk pendek yang dibagikan di seluruh web setiap tahun. Saat ini, GIPHY melayani lebih dari tujuh miliar GIF dan stiker untuk lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap hari.

Magnin mengatakan bahwa pengiklan sekarang memiliki kesempatan untuk menghubungkan identitas brand dengan kepekaan audiensnya dan menghubungkannya dengan sesuatu yang lebih manusiawi serta emosional. 

Lebih penting lagi, mereka mendapatkan kesempatan untuk menggunakan GIF dan stiker bermerek tersebut dalam platform pengiriman pesan saat pengguna membaginya satu sama lain untuk menyampaikan emosi dan perasaan mereka.

Pemain social media sekaligus pendiri dan CEO Orion Social Media Shanker Joyrama mengatakan bahwa branded social icon dapat meningkatkan engagement secara luar biasa. Mereka memungkinkan brand untuk keluar dari identitas korporasinya yang khas dan lebih berani dengan brand dan bahkan maskotnya. 

Selain itu, kata dia, ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menjadi top-of-mind secara konsisten dan terlihat unik atau nyeleneh di antara para konsumen.

"CIMB telah keluar dengan branded social icon dan mereka membantu menciptakan disposisi yang menyenangkan untuk brand. Menganggapnya sebagai alter ego atau pengalaman Jekyll dan Hyde,” tambah Joyrama dalam Marketing.

Direktur pelaksana Germs Digital James Chua juga melihat potensi branded social icon yang berbiaya rendah tetapi efektif jika dilakukan dengan baik. Namun, menurut Chua, ikon sosial yang diberi brand masih merupakan batas baru, tidak banyak brand yang secara efektif berhasil menjalankan fungsi tersebut.

“Pemasar perlu menilai dan mengidentifikasi bagaimana brand mereka relevan dengan percakapan, dan memasukkan diri mereka dari perspektif konsumen,” ucap Chua. 

Cepat dalam mengenali topik yang sedang tren, meme dan slangs akan memberikan keuntungan penggerak brand pertama dalam menciptakan aset konten yang relevan, terutama karena tren gelombang berlalu dengan cepat. Humor, juga selalu membantu.

“Tantangannya adalah menyeimbangkan aset yang informal dan ekspresif, namun tetap mewakili brand secara efektif. Kami telah memberi pengarahan kepada klien bahwa harus lebih banyak tentang ikon dan emoji, dan lebih sedikit tentang brand. Jika ini lebih dari sebuah brand, Anda dapat yakin bahwa orang tidak akan menggunakannya,” jelas Joyrama.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait