real
        time web analytics

Dari Kami

Go-Jek Bangun Budaya Lewat Kantor


Head of Human Resources Business Partner (HRBP) Go-Jek Indonesia, Bernadetta Anjani. (foto: TopCareer.id)

TOPCAREER.ID – Sudah pada tahu Go-Jek punya kantor baru? Kantor baru Go-Jek ini layaknya kantor Google yang setiap sudut ruangannya serba keren dan hits. Bahkan, fasilitas yang tersedia juga lengkap untuk menunjang kerja karyawan Go-Jek dalam berkarya. Dari kantor hits itu, sebenarnya budaya kerja seperti apa yang ingin dibangun?

Budaya kerja yang seiring perkembangan zaman juga ikut berubah, yang semula kaku, sekarang lebih fleksibel, namun tetap dalam koridor bekerja yang bertanggung jawab. Hal itu juga yang ingin diterapkan dalam budaya kerja karyawan Go-Jek atau para Go-Troops.

Head of Human Resources Business Partner (HRBP) Go-Jek Indonesia, Bernadetta Anjani menyampaikan bahwa Go-Jek memang menginginkan budaya kerja yang fleksibel, tetapi tetap bertanggung jawab. Mulai dari jam kerja yang fleksibel hingga pakaian kantor yang dikenakan.

Di Go-Jek memang tidak ada baku penetapan jam masuk dan jam pulang kerja, semuanya kembali lagi pada Go-Troops apakah pekerjaannya bisa selesai dengan baik dan tepat waktu. Jam pulang pun juga fleksibel, ada Go-Troops yang pukul 17.00 sudah pulang. Namun, ada juga yang bahkan sampai tengah malam masih di kantor atau menginap.

“Jadi, kalau di Go-Jek semuaya itu fleksibel. Mulai dari working hours, situasinya, enggak ada tuh yang namanya dress code harus yang gimana-gimana. Mungkin yang working hours itu bagian operasional yang berhubungan langsung sama customer, sisanya kami fleksibel. Enggak ada working hours yang baku,” kata Deta sapaan akrabnya kepada TopCareer.id.

Begitupun soal pakaian, Deta menambahkan bahwa tidak ada seragam formal atau ketentuan dalam berpakaian pada jam kerja. Lagi-lagi, Go-Jek membebaskan para Go-Troops untuk berekspresi, namun tanggung jawab pekerjaan harus tetap dipenuhi.

Menurut Deta, jika Go-Troops merasa nyaman dan senang, baik dari suasana hingga aturan yang ada, maka produktivitas kerja juga akan tercipta. Terlebih, Go-Jek merupakan perusahaan yang menuntut karyawannya dalam menciptakan kreativitas. Sehingga kalau ada aturan yang mengikat, maka kreativitas itu sulit muncul.

“Di Go-Jek tidak hanya kerja, kerja, kerja, tapi we really believe that happy employees itu juga akan jadi produktif employees. Jadi suasana happy, Go-Troops-nya happy, pengaruh ke performa kerja akhirnya,” ujar Deta.

Ingin lihat suasana kantornya seperti apa? tengok pada link berikut. Intip Kantor Go-Jek

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru