real
        time web analytics

Dari Kami

Guru: Mengajar Adalah Pekerjaan yang Menyenangkan


TOPCAREER.ID – Mendidik anak-anak lewat mengajar, tak pernah membuat seorang guru merasa stres atau lelah karena tugas utamanya itu. Hal yang paling menyenangkan menjadi seorang guru adalah mengajar. Termasuk mengajar anak-anak yang bandel. 

“Kalau ngajar itu enak. Karena saya suka mengajar. Mentransfer ilmu, membuat anak jadi pintar,” kata Isti’anah, salah satu guru kelas X dan XI di SMK Negeri 8 Jakarta kepada TopCareer.id

Kesenangan tersendiri baginya ketika mengajar dan membagikan ilmu yang ia miliki kepada anak murid. Ia bahkan berkata, dirinya merasa sangat berguna ketika sedang mengajar. Membuat anak didik yang semula tidak tahu apa-apa soal mata pelajaran, kemudian menjadi lebih paham. 

Kebahagiaan anak murid ketika berhasil menyerap ilmu juga menjadi kesenangan tersendiri dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.   

“Misal, anak yang sama sekali enggak mengerti MYOB (software akuntansi), jadi ngerti setelah diajarin. Mereka juga senang kan kami ajarin. Pokoknya enak deh,” ucap perempuan 26 tahun yang akrab disapa Isti ini. 

Begitu pula yang dirasakan oleh salah satu guru SMK YAPIA Pondok Aren, Murti Sulistia Ningsih. Mengajar tak pernah membuatnya merasa stres atau lelah.  

“Bukan ngajar yang bikin stres, ngajar itu asik. Apalagi kalau bahan ajar sudah ada dan kami pahami,” kata Murti Sulistia Ningsih. 

Perempuan yang akrab disapa Tia ini mengaku bahwa mengajar bukanlah suatu pekerjaan yang membebani, meskipun anak-anak didiknya merupakan remaja-remaja tanggung dengan beragam tingkah polah. 

Anak didik yang bendel atau bebal menurutnya bukanlah hal yang ditakuti dalam mengajar. Hanya saja memang butuh kesabaran yang ekstra ketika mengajar anak-anak didik seperti itu. 

“Malah kalau aku ketemu anak bandel itu seru. Enaknya, anak bandel rata-rata lebih care sama guru ketika sudah lulus, daripada anak pintar,” ucapnya. “Ngajar itu fun,” lagi-lagi tegas Tia.

Tia sendiri tak memungkiri bahwa mengajar anak yang bandel atau bebal itu kerap mengundang kekesalannya. Namun, tak semata-mata menjadi alasan mengajar jadi hal yang tak menyenangkan. 

Lagipula, tambah Tia, setiap anak itu punya keunikan masing-masing dengan karakter berbeda. Jadi, jika kelakuan anak didik ada yang aneh-aneh, ia tak banyak ambil pusing, namun tetap diarahkan ke jalur yang positif. 

“Ya, kita enggak bisa memaksakan setiap anak harus bisa seperti apa yang kita mau,” ujar Tia. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru