real
        time web analytics

Dari Kami

Hobi Utak-Atik yang Mengantar ke Profesi Mekanik


TOPCAREER.ID – Gemar utak-atik atau bongkar pasang mesin motor mobil? Mungkin kamu akan tertantang menjadi seorang mekanik di industri otomotif. Biasanya profesi mekanik otomotif itu berawal dari kebiasaaan atau kegemaran dalam mengutak-atik mesin. 

Seperti yang diutarakan oleh salah satu Senior Advisor di Yamaha Permata Motor, Lukman, menurut dia pekerjaannya sebagai mekanik bermula karena hobi dan dinilai menantang. Karena, kata Lukman, mekanik harus menemukan kesalahan yang membuat motor/mobil itu tidak dalam kondisi baik. 

“Mekanik biasanya berawal dari hobi, berhubungan dengan alat, mesin, lalu jadi profesi. Kerjaan mekanik itu sedikit menantang. Misal motor ada trouble, terus kami bisa selesaikan itu ada kepuasan batin tersendiri,” kata Lukman kepada TopCareer.id beberapa waktu lalu. 

Bahkan, jika memang punya passion yang kuat dalam bidang otomotif, siapapun bisa menjadi seorang mekanik. Persyaratan pertama yang ia sebutkan adalah passion atau hobi dalam utak-atik mesin, selanjutnya pendidikan mengikuti. 

Lukman mengibaratkan mekanik sebagai dokter dalam bidang otomotif. Jika seorang dokter (medis) mencari penyakit yang ada di dalam tubuh manusia, maka mekanik tugasnya mencari penyakit yang ada di dalam mesin, baru kemudian “disembuhkan” agar motor atau mobil bisa kembali sehat. 

“Persyaratan khusus enggak ada karena hobi aja awalnya. Pendidikan hanya penunjang aja basic kita dari teori,” ujar Lukman. 

Apalagi, jika sudah terjun langsung menjadi seorang mekanik untuk pekerjaan sehari-hari, maka ilmu akan terus bertambah. Termasuk soal update ilmu terhadap mesin-mesin baru yang bermunculan seiring perkembangan zaman. 

Jika bicara soal peningkatan ilmu atau skill (keahlian), Lukman menyampaikan bahwa dealer resmi Yamaha kerap mengirimkan mekanik-mekaniknya untuk melakukan training

“Mekanik Yamaha dealer resmi itu enaknya bisa nambah pengetahuan tiap tahun karena setiap ada produk baru itu ada training mekanik. Beruntunglah yang kerja di bengkel resmi, jadi pengetahuan nambah terus.”

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait