real
        time web analytics

Dari Kami

Husss...Jangan Asal Kasih CPR


TOPCAREER.ID – Sering lihat dong kalau di film-film ada adegan pasien sekarat terus langsung diberi bantuan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Ingat, pertolongan CPR itu ternyata enggak bisa dilakukan asal. 

CPR atau resusitasi jantung merupakan tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas lantaran beberapa sebab. Tujuannya tentu untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan CPR. Perawat Rumah Sakit Jakarta, Sri Fujiyati kepada TopCareer.id menyebut yang pertama ya periksa napas terlebih dahulu. Mengeceknya bisa dari hembusan napas dari hidung atau cek detak nadinya dari pergelangan tangan.

“Kondisinya dulu sebelum memberikan CPR, pastiin nadi dan napas di hidung. Paling kalau napasnya agak sengal. Bantuan napas buatan aja, bantu di-support juga dengan kepala yang agak ditegakin terus bajunya dibuka.”

Biasanya pada CPR itu dikenal istilah CAB atau compresssion, airway, breathing. Compression, yakni menekan keras bagian dada tengah korban dengan keras dan cepat tanpa henti. Di sini juga perlu diperhatikan apakah ada bagian luka di dada korban.

“CPR itu lihat kondisinya juga, boleh dilakukan atau tidak. Kalau di bagian dada kayak ada patah tulang gitu ya enggak boleh. Kelihatan biru gitu biasanya,” ujar perempuan yang akrab disapa Puji.

Kompresi dada juga harus dilakukan dengan benar, misal gunakan pangkal telapak tengan dengan posisi satu tangan di atas tangan lain. Hal lain yang perlu diketahui, jaga lengan penolong tetap lurus ke bawah. Dorongan yang diberikan kuat, tapi tidak terlalu besar karena bisa mematahkan tulang dada.

Kemudian airway yang dimaksud adalah miringkan kepala korban ke belakang dan angkat dagu untuk membuka jalan napas. Terakhir breathing, yakni berikan bantuan napas mulut ke mulut, seperti yang paling sering kita ketahui.

Pencet hidung korban, lalu lingkari mulut korban dengan mulut penolong secara ketat. Hembuskan napas secara dalam sampai dada korban tampak naik. Beri dua kali napas buatan, buat batas waktu antara napas satu dan kedua sekitar 1,5 detik.

Tetap pastikan untuk meminta bantuan kepada orang yang lebih mengerti, minta tolong orang sekitar serta panggil petugas kesehatan terdekat.

“Kalau mau melakukan bantuan CPR itu jangan sendirian, harus ada saksinya. Enggak boleh sendiri. Minta bantuan sama teman-teman,” ucap Puji.  

0 Comments

Lowongan Terbaru