real
        time web analytics

Dari Kami

Ilmu Kimia di Jurusan MIPA, Belajar Apa?


TOPCAREER.ID - Kalian yang suka penasaran dengan zat-zat yang terkandung dalam suatu benda, pasti akrab kalau mendengar ilmu kimia. Ilmu ini bisa dipelajari secara mendalam di dunia perkuliahan jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Nah, buat kamu yang tertarik dalam bidang ini, ada beberapa hal yang perlu kamu cari tahu.

Secara garis besar, ilmu kimia mempelajari konsep dasar bahan-bahan atau zat kimia serta terapannya, yang menjadi titik temu sejumlah ilmu alam dan juga ilmu teknik. Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Kimia Universitas Indonesia, Asep Saefumillah, memberikan gambaran apa saja yang dipelajari dalam ilmu kimia.

“Contohnya tentang makanan, bagaimana dalam makanan itu ada bahan-bahan pengawet. Kemudian dalam makanan suplemen ada antioksidan, ada vitamin, ada hormon. Dalam konteks ilmu kimianya, seseorang itu harus paham bahan pengawet yang diperbolehkan, berapa jumlahnya,” kata Asep kepada Topcareer.id.

Ilmu kimia juga ada kaitannya dengan ilmu toksikologi, mempelajari  bahan-bahan berbahaya yang memang tidak boleh digunakan dalam kehidupan sehari-hari.  Asep menambahkan, dari ilmu kimia toksikologi itu, dibutuhan keterampilan instrumentasi atau metode analisis.

“Bisa kaitannya dengan bahan bahaya di lingkungan, bahan kimia yang sudah jadi polutan. Polutan di air, di udara, yang ada di tanah khususnya. Ilmu kimia dibutuhkan di semua sektor, misalnya untuk kemasan itu ada kimia bahan, kimia polimer, kimia plastik. Bisa juga digunakan sebagai ilmu forensik untuk kejahatan,” jelas Asep.

Lalu sebagai lulusan ilmu kimia, selanjutnya bisa bekerja di mana? Di era perkembangan teknologi ini, banyak industri yang membutuhkan ahli kimia sebagai tenaga pekerjanya.

“Industri yang butuh orang-orang kimia itu industri polimer, industri pengolahan minyak, kemudian industri zat warna untuk tekstil, kemudian industri cat, indusri elektroplating pelapisan logam, metalik. Bisa juga di rumah sakit, pengujian di laboratorium” jelas Asep.

Asep menuturkan, biasanya sebagai lulusan S1 ilmu kimia yang mengerti pengujian kimia serta reaksi-reaksi kimia dasar, memiliki target bekerja di laboratorium menjadi seorang supervisor, dan membawahi analis kesehatan, juga analis kimia.

Lulusan ilmu kimia juga bisa berdiri sendiri sebagai wiraswasta. Jika memiliki cukup modal, bisa saja membuka bisnis laboratorium yang memberikan jasa pengujian untuk konsumen masyarakat maupun industri. Atau membuka bisnis elektroplating yang khusus membidangi otomotif.

“Misalnya dia jasa lab khusus menguji air, air minum dalam kemasan, air sumur, air limbah. Dia buka binis itu kemudian bisa menghire analis kimia, dan itu cukup besar pasarnya. Banyak teman-teman di lab kemudian dia keluar dan membangun lab sendiri.”

Jika ada yang beranggapan jika semua lulusan ilmu kimia berujung di laboratorium, Asep tidak sepenuhnya setuju. Lulusan ilmu kimia bisa bekerja di aspek manajemen pengelolaan bahan kimia atau bisa juga menjadi profesional.

“Seperti saya mengajar sudah jarang masuk lab. Atau misalnya pengetahaun saya mengenai ilmu kimia dipakai untuk menjadi seorang asesor lab, kita jadi asesornya, atau sebagai peneliti,” ujar dia.

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru