real
        time web analytics

Dari Kami

Indonesia Pimpin 4 Sektor Ekonomi Online di Asia Tenggara


TOPCAREER.ID – Dalam laporan e-Conomy SEA 2018 oleh Google dan Temasek soal ekonomi online di empat sektor, tampak bahwa Indonesia selalu memimpin pasar di keempat sektor tersebut. Empat sektor itu, yakni e-Commerce, online media (advertising, gaming, music), ride hailing (tranportasi), dan online travel. 

Dengan 150 juta pengguna internet (pada 2018), Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi internet yang paling cepat, yakni dengan tingkat pertumbuhan tahunan atau compounded annual growth rate (CAGR) mencapai 49 persen pada 2015-2018. 

e-Commerce

Dengan modal 150 juta pengguna itu, Indonesia mampu memimpin sektor e-Commrce di pasar Asia Tenggara. Indonesia memimpin dengan capaian growth merchandise value (GMV) atau nilai penjualan kotor hingga USD12 miliar pada 2018. 

Bahkan Indonesia diperkirakan mencapai nilai penjualan kotor hingga USD53 miliar pada 2025. Sementara, di bawah Indonesia ada Thailand dan Vietnam dengan masing-masing GMV mencapai USD3 miliar dan USD2,8 miliar pada 2018. 

Online media

Pasar online media yang disebutkan dalam laporan tersebut meliputi game online, advertising online, juga video dan musik berlangganan. Lagi-lagi dengan jumlah pengguna internet terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia mampu memimpin pasar online media dengan 2,7 miliar nilai penjualan kotor (GMV).

Angka tersebut kemudian diikuti oleh Thailand dan Vietnam dengan capaian penjualan kotor masing-masing sebesar USD2,4 miliar dan USD2,2 miliar. Sementara itu pada 2025, pasar online media di Indonesia diperkirakan bisa mencapai nilai USD8 miliar. 

Online travel

Dalam laporan e-Conomy SEA 2018 menunjukkan bahwa online travel merupakan sektor yang terbesar dan paling mapan di antara empat sektor ekonomi internet di Asia Tenggara. Dan Indonesia ternyata merupakan pasar online travel terbesar di Asia Tenggara. 

Pasar online travel di Indonesia ini mampu mencapai Growth Booking Value (GBV) senilai USD8,6 miliar pada 2018. Bahkan, disebutkan bahwa pada 2025, pasar online travel di Indonesia bisa mencapai USD25 miliar untuk GBV.

Posisi kedua sebagai pasar online travel terbesar di Asia Tenggara, yakni Thailand dengan GBV mencapai USD6,1 mililiar. Thailand diprediksi memiliki GBV hingga USD20 miliar pada 2025.

Ride hailing

Konsumen layanan ride hailing yang mencakup online transportation dan food delivery ini diperkirakan akan terus meningkat dengan jumlah 35 juta pengguna yang aktif di Asia Tenggara dan 8 juta pemesanan setiap harinya. Jumlah itu meningkat 4 kali lipat dari tahun 2015. 

Layanan ride hailing mendapatkan traksi yang luar biasa di Indonesia dengan capaian USD3,7 miliar pada 2018 dengan pertumbuhan 58 persen sejak 2015. Sektor delivery food saja sudah melebihi USD1 miliar di Indonesia. 

Di Singapura, sektor ride hailing ini juga kian populer sehingga menempatkan Negeri Singa ini sebagai pasar terbesar kedua di Asia Tenggara dengan perkiraan USD1,8 miliar dalam GMV pada 2018.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait

Lowongan Terbaru