real
        time web analytics

Dari Kami

Isi Hati Dubber Ketika Perankan Ragam Karakter


Tisa Julianti, seorang penyulih suara atau dubber. (foto: istimewa)

TOPCAREER.ID – Tisa Julianti, seorang penyulih suara atau mungkin akrab dengan sebutan dubber mencurahkan isi hatinya soal tantangan yang dihadapi ketika melakukan dubbing yang tak sesuai dengan karakter diri.

Tisa yang kini nyaman dengan peran-peran Princess Disney memang lebih menjuruskan diri untuk karakter suara perempuan remaja dan dewasa. Meski, sebenarnya ia bisa menyesuaikan peran lain, termasuk suara anak-anak, namun semua akan kembali pada kenyamanan selama bekerja. 

Menurut Tisa, ketika ia memerankan gadis remaja seperti Rapunzel, dia akan totalitas sehingga suara yang ditampilkan pun tak terkesan memaksa. 

“Ketika aku main Tangled sebagai Rapunzel atau jadi Cinderella, itu lebih lepas, lebih nyaman,” ujar Tisa kepada TopCareer.id.

Tisa menuturkan, memerankan tokoh yang berbeda dari dirinya akan membuat ia kesulitan dalam memahami karakter. Tapi, hal itu juga yang menjadi tantangan dan membuat Tisa lebih banyak belajar.

“Iya, susah kalau memainkan karakter yang bukan kita. Kayak yang terakhir aku jadi ibunya Dao Ming Shi di Meteor Garden yang baru, lebih tua dan galak. ‘Kenapa saya.’ Pas dicoba ya sesuai kemampuan,” ucap perempuan berjilbab ini.

Dari situ, Tisa mengaku belajar memerankan karakter baru lainnya yang menantang. Ia perlu mendalami peran tersebut sehingga bisa menghasilkan suara yang sesuai. Selama proses dubbing serial Meteor Garden, Tisa banyak menonton film aslinya untuk mendalami peran. 

Sebenarnya, lanjut Tisa, jika ia merasa tidak mampu, maka ia tidak akan memaksa mengambil pekerjaan tersebut. Menurut Tisa akan menjadi beban baginya jika tidak mampu memberikan karakter yang sesuai dengan film aslinya, atau tidak maksimal. 

“Cuma itu ada 40 episode dan (karakter ibu dari Dao Ming Shi) enggak nongol setiap hari. Kalau aku beban tuh, merasa kayak ‘Pendalaman karakter bagus enggak ya,’ karena bukan karakter asli kita,” ujar Tisa.

Namun, bagi pemula, Tisa menyarankan malah akan lebih baik jika mampu memerankan berbagai karakter suara sekaligus. Hingga nanti seiring berjalannya waktu akan menemukan karakter suara yang pas di hati. 

Lagipula kalau mampu memerankan banyak karakter suara, pekerjaan pun akan berdatangan tak hanya dari satu sumber karakter saja. 

“Kalau banyak akarkter memang jadi banyak kerjaan. Kalau aku jadi anak kecil cowok udah enggak bagus suaranya, jadi kayak ketekan gitu, menurut aku sendiri jadi enggak bagus.”

 

0 Comments

Skills