real
        time web analytics

Dari Kami

Jabatan Tinggi Bikin Orang Kurang Empati


TOPCAREER.ID - Menurut penelitian terbaru jabatan tinggi memang bisa buat orang jadi kurang empati terhadap orang yang lebih inferior. Kok bisa?

Berdasarkan riset yang dilakukan McMaster University Kanada menilai fungsi otak yang berubah seiring dengan kenaikan pangkat. 

Para peneliti menganalisis para bos dengan teknik Transcranial Magnetic Stimulation untuk menstimulasi sel di otak. Sebanyak 45 CEO dan pemimpin yang menjadi responden pun diminta untuk membayang masa-masa ketika mereka merasa berkuasa, netral, dan tidak berdaya. Kemudian mereka juga diperintah untuk meremas bola demi mengetahui respon otak. 

Di situ, terungkaplah jika area di mana otak berurusan dengan empati ternyata kurang responsif pada mereka. Sayangnya tidak diketahui secara jelas mengapa ini bisa terjadi.

"Banyak orang menyaksikan seorang kolega yang mendapat promosi ke tingkat eksekutif lalu melihat perbedaan dalam sikap mereka, dan tidak selalu dalam hal yang lebih baik. Kekuasaan sepertinya punya efek mendalam pada sistem neurokognitif yang mendasari perilaku," ungkap ketua peneliti Dr Sukhvinder Obhi seperti dilansir Business Insider.

Sebelumnya penelitian dengan tema serupa pernah dilakukan. Riset yang dilakukan profesor Dacher Keltner di UC Barkeley itu menemukan orang yang berkuasa mengalami gangguan di otak. Dikatakan jika mereka jadi lebih impulsif, tidak sadar akan risiko, hingga kurang bisa beradaptasi dengan sudut pandang orang lain.

Kasus yang paling serius adalah bahwa jabatan bisa memicu kondisi 'Hubris Syndrome' di mana orang jadi terlalu percaya diri, lepas dari realita hingga suka menghina orang lain. Semoga saja kita bukan termasuk orang yang seperti ini ketika nanti naik pangkat. Peneliti pun punya saran jika Anda ingin menghindari sikap demikian yakni dengan meminta orang untuk menegur Anda jika sudah keterlaluan, menghargai kejujuran tanpa minta balasan, dan menjaga koneksi sosial.

 

0 Comments

Rekomendasi

Terkait