real
        time web analytics

Dari Kami

Jadi Pemain Bola Pro, Jalur Sekolah Atau Otodidak?


TOPCAREER.ID – Bisa sih jadi pemain bola modal kebisaan yang diasah secara otodidak, tapi kalau mau lebih profesional coba pilih jalur belajar di akademi atau sekolah sepak bola (SSB). Karena kalau di sekolah sepak bola atau akademi itu diajarkan banyak hal, enggak cuma taktikal main bolanya saja. 

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Pelatih usia 13 di Akademi Sepak Bola Intinusa Olah Prima (ASIOP) Apacinti, Yayat Supriyatna. Menurutnya, bermain sepak bola itu bukan hanya kebisaan individu, tapi bagaimana mengatur permainan dengan unit dan juga tim. 

Yayat menambahkan, di akademi atau sekolah sepak bola akan diajarkan bagaimana prinsip menyerang ketika bermain individu ataupun dalam tim, begitupun prinsip bertahan. 

“Biasanya kalau yang tidak SSB cenderung hanya bisa bermain bola, tapi dia tidak paham bermain sepak bola. Ketika anak belajar secara otodidak, si anak hanya akan bisa bermain sepak bola tanpa mengerti three main moment,” kata Yayat kepada TopCareer.id.

Three main moment yang dimaksud Yayat, yakni momen ketika menyerang, bertahan, dan transisi. Untuk transisi sendiri ada yang namanya transisi negatif ada transisi positif. Transisi positif adalah perpindahan dari bertahan ke menyerang dan transisi negatif adalah perpindahan dari menyerang ke bertahan.

Lagi-lagi bahwa sepak bola merupakan kerja tim, jadi para murid asuhan akademi atau sekolah sepak bola akan diajarkan bagaimana menangani ketiga momen itu, baik secara individu, unit, maupun dalam grup. 

“Di situ ada compactness (jarak yang terjaga antara dua pemain terjauh, baik secara horizontal maupun vertikal), di situ ada delay, di situ ada pressing, di situ ada cover ada recover. Di mana juga saat menyerang di situ ada spread out, di situ ada kombinasi play, ada switch play, solo run, penetrasi, dan lain-lain.”

Pressing adalah cara yang dilakukan oleh pemain atau sebuah tim untuk menekan penguasaan bola dari lawan. Spread out itu artinya membuka lebar lapangan atau menyebar. Switch play, cara umpan dan kecepatan bola. Penetrasi kemampuan untuk melakukan serangan ke dalam wilayah berbahaya atau kotak penalti lawan.  

“Selain itu juga, kami ajarkan cara pengambilan keputusan. Ada timing, ada eksekusi, dan lain-lain. Latihan di sini (ASIOP Apacinti) memang latihan yang terstruktur, terprogram, dan terencana.”

Menurutnya, banyak ilmu serta praktik yang bisa didapat dari akademi atau sekolah sepak bola. Ada juga dari sisi psikologis dan mental. 

 

0 Comments

Lowongan Terbaru