real
        time web analytics

Dari Kami

Jangan Salah Langkah! Cek Waktu yang Tepat untuk Follow Up Setelah Interview


Waktu follow up yang tepat setelah interview pertama.

TOPCAREER.ID – Kalau tidak follow up atau bertanya proses selanjutnya setelah interview pertama nanti dikira tidak peduli atau tidak tertarik terhadap pekerjaan, tapi kalau follow up terus bakal kelihatan putus asanya. Sebenarnya setelah proses interview pertama, kapan sih waktu yang tepat buat meminta follow up, dan berapa kali perlu di-follow up?

Dikutip dari Business Insider, Lynn Taylor, seorang ahli di tempat kerja nasional yang juga penulis mengatakan bahwa follow up memainkan peran yang lebih besar dalam prosesnya. Menurutnya proses tindak lanjut akan terlihat berbeda tergantung pada situasi spesifik. Berikut beberapa panduan umum tentang berapa kali kamu harus check-in (follow up) setelah wawancara.

Check-in # 1: Tindak lanjut awal

Mengirim ucapan terima kasih merupakan cara mudah untuk menonjol dari sejumlah kandidat. Tulis ucapan terima kasih melalui email pada sore hari jika wawancara telah berlangsung pada pagi hari. Jika itu di sore hari, kirimkan keesokan harinya.

“Manajer perekrutan mengukur antusiasme kandidat, dan dengan cepat, tindakanmu berbicara banyak. Ini juga menunjukkan rasa hormat terhadap waktu mereka,” kata Taylor.

Ucapan terima kasih seharusnya bisa jadi bagian yang sangat berpengaruh dari proses wawancaramu. Misalnya, dengan menyebutkan strategimu tentang departemen atau perusahaan setelah bertemu dengan perekrut. Bahkan bisa jadi ajang “menjual diri”, tunjukkan seberapa cocok kamu dengan budaya perusahaan. 

Check in # 2: Beberapa hari setelah mendapat kabar dari mereka

Coba ajukan pertanyaan seperti, “Kapan saya dapat berharap untuk mendengar kabar dari Anda lagi?” Atau “Kapan Anda  membuat keputusan?” Dalam sesi wawancara.

Jika kamu melakukannya, dan mereka menyebutkan hari tertentu atau kerangka waktu (“Pada akhir minggu depan” atau “Pada hari Senin,” dll.) Bisa diterima jika kamu follow up beberapa hari setelah tanggal tersebut berlalu.

Check-in # 3: Jika beberapa minggu atau bulan berlalu dan mereka masih belum membuat keputusan

Jika lowongan pekerjaan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, dan mereka masih tampak tertarik atau sama sekali tidak memberikan kabar, tidak ada salahnya tetap berhubungan dan mengirim email untuk follow up.

Tapi, kata Taylor, variasikan pesanmu. Contohnya, kamu mungkin bisa mengirim tautan ke artikel yang menarik; beritahu manajer perekrutan tentang webcast atau seminar industri yang relevan. 

Check-in # 4: Saat mereka memintamu untuk check-in lagi

Mungkin perusahaan akan mengirim email seperti ini, “Kami masih mewawancarai kandidat dan harus segera membuat keputusan. Jika Anda tidak mendengar kabar dari saya pada hari Kamis, silakan tindak lanjuti.” Jika memang perusahaan berkata demikian, ya silakan saja follow up.

Check-in # 5: Jika, dan hanya jika, mereka masih tampak sangat tertarik padamu

Jika kamu tidak mendapatkan umpan balik, berhati-hatilah untuk tidak mengganggu manajer perekrutan atau bagian SDM (sumber daya manusia). Kamu tidak ingin terlihat putus asa; ada garis tipis antara antusiasme dan terlalu agresif.

“Jika kamu telah menerima umpan balik positif setiap kali kamu berbicara dengan manajer perekrutan, atau diminta untuk membuat mereka mengetahui kemajuan pencarian kerjamu, maka kamu memiliki lampu hijau untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka sampai diberitahu sebaliknya, misalnya, ‘Kami akan menghubungi Anda,’ atau tidak mendapat jawaban,” kata Taylor.

Taylor menyampaikan bahwa ini memang sedikit tricky. Menurutnya, follow up yang kamu ajukan dapat mengonfirmasi bahwa kamu orang yang sopan, terhormat, dapat diandalkan, dan mampu bekerja tim. “Atau, bisa jadi kamu terlihat tidak tertarik atau tidak terorganisir dengan tidak menanggapi secara tepat waktu.”

Lapor # 6: Jika kamu tidak mendapatkan pekerjaan tetapi ingin berterima kasih kepada mereka lagi atas waktu dan pertimbangan mereka

Semoga kamu mendapatkan pekerjaan dan tidak perlu mengirim email “terima kasih” ini. Tetapi jika kamu tidak mendapatkan pekerjaan ini, pilihan cerdas kalau kamu mengirim email terakhir (yang tidak pahit!).

 Berterima kasih kepada mereka atas waktu dan pertimbangan mereka, dan menanyakan apakah mereka dapat berbagi soal masukan apapun. 

Coba katakan hal semacam ini, “Jika Anda berpikir saya mungkin cocok untuk setiap peran yang terbuka di masa mendatang, jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya akan sangat tertarik untuk menjelajahi peluang lain di sini.”

 

0 Comments

Lowongan Terbaru