real
        time web analytics

Dari Kami

Jangan Sampai Salah, Ini Beda Hacker dengan Cracker


TOPCAREER.ID – Jika mendengar istilah hacker (peretas), mungkin lebih sering dilihat dalam konteks yang negatif di kalangan masyarakat umum. Padahal arti hacker yang sebenarnya, tak selalu negatif. Karena dalam dunia teknologi ini, setidaknya ada istilah hacker dan cracker. Siapa mereka?

Siapa hacker?

Untuk diketahui, hacker ini adalah seseorang yang menggunakan keterampilan khusus untuk mengidentifikasi kekurangan dalam sistem komputer dan berupaya untuk memperbaikinya. Keahlian tersebut dapat berupa keterampilan jaringan, keterampilan keamanan komputer atau bahkan keterampilan perangkat keras sistem.

Jika seorang hacker mengidentifikasi kelemahan keamanan dalam suatu sistem, ia akan berupaya memecahkannya untuk mencegah timbulnya insiden lain dari akses yang tidak sah. Nah, sejauh ini sudah paham hacker ini ngapain aja? Enggak selalu skill para hacker digunakan dalam hal negative dan merugikan.

Bahkan, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook ini mengakui fakta bahwa istilah hacker memiliki "konotasi negatif yang tidak adil" dari penandaan sebagai orang yang masuk tanpa izin ke mesin orang.

“Pada kenyataannya, peretasan hanya berarti membangun sesuatu dengan cepat atau menguji batas-batas apa yang bisa dilakukan," kata Zuckerberg dalam Founder’s Letter, 2012, yang dibagikan Mark dalam timeline-nya.

“Seperti kebanyakan hal, itu dapat digunakan untuk yang baik atau buruk, tetapi sebagian besar peretas yang saya temui cenderung orang-orang idealis yang ingin memiliki dampak positif pada dunia.”

Tujuan hacker biasanya untuk mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer, lagi-lagi demi memuaskan pengetahuan dan teknik.

Hacker tertarik mempelajari cara kerja sistem komputer dan jaringan. Mereka akrab dengan semua alat yang diperlukan yang dibutuhkan untuk masuk ke suatu sistem.

Siapa Cracker?

Cracker dan hacker hampir merujuk pada orang yang sama. Namun, ada beberapa perbedaan dalam cara mereka melakukan pekerjaan mereka. Sementara hacker bertindak dengan cara yang ada dalam kerangka hukum, para cracker sangat ingin melanggar hukum yang ada. Mereka menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk menembus keamanan sistem dan jaringan komputer.

Crackers mendapatkan akses ke data pribadi orang atau organisasi dan melakukan beberapa tingkat kerusakan. Kerusakan yang disebabkan oleh cracker dapat bervariasi. 

Kerusakan yang paling umum termasuk mencuri informasi kartu kredit, mencuri detail pribadi dan informasi yang akan mereka jual, menghancurkan atau mengenkripsi file penting, membuat sistem tidak dapat diakses oleh orang lain di antara banyak kegiatan berbahaya lainnya.

Cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain.

Tujuan seorang cracker dimotivasi oleh berbagai faktor. Daftar paling atas, yakni keuntungan finansial. Mereka dapat menyerang sistem dengan tujuan mendapatkan informasi keuangan. Beberapa dibayar oleh pesaing bisnis untuk tujuan mendapatkan informasi sensitif tentang suatu organisasi. Beberapa cracker menjalankan gerakan mereka demi mendapatkan publisitas atau menunjukkan betapa kuatnya mereka.

 

0 Comments

Skills